Pemerintah Matangkan Persiapan Pelaksanaan Haji 2026

Ilustrasi Haji 2026
Ilustrasi berita Jamaah Haji Kota Cirebon Berangkat 8 Mei, Masuk Kloter 23
0 Komentar

Ia menambahkan bahwa keberagaman latar belakang jemaah haji Indonesia harus direspons dengan pelayanan yang maksimal dan penuh empati.

“Profil jamaah kita beragam. Karena itu, mari tunaikan layanan semaksimal mungkin kepada seluruh jemaah, tanpa membedakan latar belakang. Pastikan pelayanan kita sukses, sehingga penyelenggaraan haji tahun ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, dan kita menjadi bagian di dalamnya,” katanya.

Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj (15 April 2026), profil jamaah haji Indonesia menunjukkan keragaman yang tinggi.

Baca Juga:Perputaran Uang MBG Rp600 Miliar per Hari di Kalangan Petani, Pembudidaya dan PeternakHarga BBM Subsidi Tidak Naik sampai Akhir Tahun, Bahlil Sebut Stok Dijaga di Atas Standar Minimum

Dari sisi pekerjaan, jamaah didominasi oleh ibu rumah tangga (52.717 orang), diikuti pegawai swasta (46.462), PNS (40.143), dan petani (24.126).

Sementara itu, dari sisi pendidikan, mayoritas jamaah merupakan lulusan SD (55.217), SMA/SMK (52.796), serta Sarjana/S1 (51.968).

Adapun dari sisi usia, jamaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41–64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jamaah lanjut usia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40 ribu orang secara keseluruhan. Kondisi ini menegaskan pentingnya pelayanan yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.

Di akhir arahannya, Wamenhaj menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh petugas haji. “Terima kasih atas dharma bhakti saudara-saudara semua. Semoga Allah meridhai setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya, dilansir dari rilis resmi Kemenhaj. (rc)

0 Komentar