Desak Pemkot Tangani Campak Secara Komprehensif 

Rinna Suryanti 
Rinna Suryanti 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kota Cirebon masih berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sejak 20 Februari 2026. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama bagi orang tua yang cemas terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Anggota Komisi III DPRD Kota Cirebon, Rinna Suryanti, menegaskan situasi tersebut membutuhkan respons cepat dan kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menilai penanganan campak harus dilakukan secara komprehensif, tidak parsial.

“Langkah cepat dan terkoordinasi dari seluruh pihak sangat diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit menular ini. Jangan sampai kasus terus bertambah akibat keterlambatan penanganan,” ujarnya.

Baca Juga:OC Strategy Bangun Komunitas Trader di Cirebon Hasil Muscab, 4 Calon Ketua PKB Cirebon Berebut Restu Cak Imin

Rinna juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait imunisasi dan deteksi dini gejala campak. Menurutnya, pemahaman yang baik akan membantu masyarakat mengambil langkah cepat saat gejala muncul sehingga risiko penularan dapat ditekan.

Selain itu, ia menekankan peran aktif masyarakat dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Warga diimbau membiasakan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Mulai dari hal sederhana seperti mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, hingga memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap merupakan bentuk perlindungan bagi keluarga,” tambahnya. (abd/adv)

0 Komentar