RADARCIREBON.ID – Upaya mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan literasi investasi di kalangan masyarakat mulai digalakkan di Cirebon. Melalui pertemuan yang digelar di Kafe Lakonique, para trader lokal diajak bergabung dalam komunitas yang suportif dan berbasis edukasi, dengan menghadirkan OC (Open=Cuan) Strategy.
Founder OC (Open=Cuan) Strategy, Muhammad Kodir, ST MSc, mengatakan kegiatan tersebut mengusung moto “Open = Cuan”. Menurutnya, komunitas ini bertujuan membantu para trader menemukan mentor dan lingkungan yang tepat agar tidak terjebak dalam minimnya pemahaman saat terjun ke pasar modal.
Kodir menekankan pentingnya edukasi fundamental dan teknikal. Ia menilai masih banyak masyarakat yang tertarik masuk ke dunia trading, khususnya emas (gold), namun belum memiliki pemahaman yang memadai.
Baca Juga:Kepala Rutan Kelas I Cirebon BergantiRaih Bronze Medal di Cisco NetAcad Riders 2026
“Niatnya membangun komunitas agar saling mengenal. Bagi yang belum memahami analisis teknikal maupun fundamental, bisa belajar terlebih dahulu sebelum masuk ke pasar modal,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguasaan ilmu trading dapat menjadi peluang bagi generasi muda untuk mencapai kemandirian finansial. Dengan pengetahuan yang tepat, profesi trader dinilai mampu menjadi alternatif sumber penghasilan di luar pekerjaan konvensional.
“Harapannya generasi muda bisa berkembang dan tidak merasa terbatas dalam menciptakan penghasilan. Dengan ilmu, mereka tetap bisa menghasilkan meski bekerja dari rumah,” katanya.
Kodir berharap, kehadiran komunitas tersebut dapat mendorong terciptanya ekosistem investasi yang lebih sehat di Cirebon, sekaligus melahirkan trader yang cerdas dan mampu meminimalkan risiko kerugian akibat rendahnya literasi keuangan.
Ia juga menegaskan, modal utama dalam dunia trading bukan semata uang, melainkan keterampilan. Berbeda dengan bisnis konvensional yang membutuhkan biaya operasional besar, trading dinilai lebih fleksibel dengan variasi modal awal.
“Modal itu fleksibel, tetapi yang paling penting adalah kemampuan atau skill,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran mentor dalam proses belajar trading. Tanpa bimbingan yang tepat, menurutnya, trader pemula berisiko hanya memahami teori tanpa mampu mengimplementasikannya.
Baca Juga:Walikota Belum Buka Nama, Pansel Pengawas dan Direksi BUMD Diisi Psikolog hingga AkademisiDisdukcapil Kota Cirebon Jemput Bola Layani Masyarakat
“Harus ada mentor yang tepat. Jika tidak, akan tersesat. Banyak teori, tetapi tidak pernah praktik. Teori tanpa praktik tidak akan menghasilkan,” ujarnya.
