RADARCIREBON.ID – Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir menegaskan pentingnya peran petugas dalam memberikan rasa aman dan pelayanan yang excelent kepada jamaah haji Indonesia setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan kepada petugas di Hotel Daker Bandara di Madinah, kemarin, waktu setempat.
“Keberadaan kita penting untuk jamaah haji, terutama untuk memberikan rasa aman dan rasa tenang. Kita merupakan petugas pertama yang dilihat jamaah saat tiba di bandara sehingga kita harus memberikan kesan terbaik,” ujar Abdul Basir.
Ia menekankan bahwa seluruh petugas harus memahami dan menghormati regulasi otoritas setempat, namun tetap dituntut fleksibel dalam menjalankan tugas di lapangan.
Baca Juga:Rel Kalibaru Bisa Dirangkai Ulang, BBWSCC Tawarkan Jalan Tengah: Sebaiknya DitinggikanPelaksanaan TKA SD di Kota Cirebon, Ditinjau BBPMP Jabar, Masuk Komponen SPMB Jalur Prestasi
“Ada beberapa hal yang memang harus kita fleksibel. Namun prinsipnya, kita tetap mengikuti ketentuan otoritas bandara. Tujuan kita sama memberikan pelayanan dan penghormatan kepada duyufurrahman,” lanjutnya.
Abdul Basir juga menyoroti pentingnya kecepatan layanan, terutama pada proses fast track yang kini menjadi fokus utama. “Layanan di fast track sangat cepat, waktu cukup ketat, tapi data kita juga harus akurat. Jadi kita dituntut untuk memberikan layanan yang ekstra cepat dan tepat,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa satu kelompok terbang (kloter) dapat tersebar di dua hingga tiga hotel, sehingga koordinasi data dengan Daker Madinah menjadi krusial. “Yang perlu diperhatikan, satu kloter bisa beda dua sampai tiga hotel. Maka kita harus aktif koordinasi data akomodasi ke Daker Madinah,” katanya.
Untuk mendukung mobilitas jamaah lansia dan disabilitas, tersedia fasilitas seperti mobil golf, payung, dan kursi roda. “Mobil golf sudah ada di terminal haji. Untuk fast track, kita butuh payung dan kursi roda yang cukup,” tambahnya.
Adapun penugasan di bandara Madinah dibagi ke empat titik utama.Yakni terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero. “Penugasan ada di empat titik, dengan konsentrasi terbesar di fast track karena sekitar sekitar 90 ribu jamaah kita turun di Mecca Route, yaitu jamaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar,” imbuhnya, dilansir dari rilis resmi Kemenhaj.
