Pelaksanaan TKA SD di Kota Cirebon, Ditinjau BBPMP Jabar, Masuk Komponen SPMB Jalur Prestasi

Pelaksanaan TKA SD di Kota Cirebon
TINJAU TKA: BBPMP Jawa Barat dan Disdik Kota Cirebon saat memantau pelaksanaan TKA hari pertama di SDN Kartini, Senin (20/4/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) mulai digelar secara nasional pada pekan ketiga April. Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat turun langsung memantau pelaksanaannya di Kota Cirebon.

Monitoring dilakukan pada hari pertama TKA, Senin (20/4/2026). Tim BBPMP Jawa Barat mendatangi sejumlah sekolah untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, pemantauan juga dilakukan terhadap kesiapan sarana, teknis pelaksanaan hingga pelaporan hasil asesmen.

Kepala BBPMP Jawa Barat Komalasari MPd menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari monitoring pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional. Terutama terkait implementasi TKA pada jenjang SD.

Baca Juga:Walikota Siap Hadapi Laporan dan RDP, KAI Masih Koordinasi InternalProyek Sukalila – Kalibaru Jalan Terus, Hari Ini BBWSCC, Kodam III, dan Pemkot Kumpul di Kesbangpol

“Kami dari BBPMP Jawa Barat melakukan pemantauan dan monitoring terkait pelaksanaan kebijakan Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SD di Kota Cirebon. Hari ini merupakan hari pertama pelaksanaan TKA secara nasional,” ujarnya kepada media di SDN Kartini Kota Cirebon, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tak hanya memantau jalannya tes. Tetapi juga melihat kesiapan daerah dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah di bidang pendidikan.

Komalasari menambahkan, Kota Cirebon menjadi salah satu daerah yang dikunjungi secara khusus oleh BBPMP Jawa Barat pada pelaksanaan TKA kali ini. Selain pelaksanaan asesmen akademik, pihaknya juga memantau program revitalisasi sekolah.

TKA sendiri merupakan salah satu bentuk asesmen nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia. Melalui tes tersebut, pemerintah dapat melihat gambaran capaian pembelajaran siswa secara lebih luas.

Komalasari menuturkan, hasil TKA nantinya menjadi salah satu dasar bagi pemerintah dalam melakukan perbaikan sistem pembelajaran. “Tujuan utama TKA adalah melakukan pemetaan kemampuan akademik siswa. Dari hasil itu kita bisa mengetahui kondisi capaian akademik siswa dan menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran,” jelasnya.

Pada jenjang SD, materi yang diujikan dalam TKA berfokus pada dua mata pelajaran utama. Yakni Matematika dan Bahasa Indonesia. Kedua mata pelajaran tersebut dipilih karena mewakili dua kompetensi dasar yang menjadi fondasi pembelajaran siswa, yakni literasi dan numerasi.

Melalui hasil tes tersebut, pemerintah dapat melihat sejauh mana kemampuan siswa dalam memahami bacaan, menganalisis informasi, serta menyelesaikan persoalan matematika dasar. “Untuk tingkat SD, mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika dan Bahasa Indonesia. Secara substansi yang diukur adalah literasi dan numerasi,” jelas Komalasari.

0 Komentar