Krisis Air Baku, PDAM Tirta Jati Cirebon Jajaki Kerja Sama Penyulingan Air Laut

Suharyadi
TEROBOSAN: Direktur Utama H Suharyadi SH MH tengah menjajaki kerja sama penyulingan air laut untuk mengatasi kesulitan air baku, kemarin. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – PDAM Tirta Jati Kabupaten Cirebon terus mencari terobosan untuk mengatasi keterbatasan sumber air baku.

Salah satu langkah yang kini dijajaki adalah kerja sama pemanfaatan air hasil penyulingan air laut.

Direktur Utama PDAM Tirta Jati, H Suharyadi SH MH mengungkapkan, penjajakan tersebut dilakukan bersama perusahaan garam yang direncanakan beroperasi di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan.

Baca Juga:Sampah Tutup Akses PPI Gebang, DLH Kabupaten Cirebon Turun Tangan sampah di Kesenden, Dibuang Diam-Diam di Malam Hari, Menyiksa Warga Sepanjang Hari

Menurutnya, dalam proses produksi garam, perusahaan akan menyuling air laut. Hasil samping berupa air yang telah berkurang kadar garamnya dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber air baku.

“Air laut akan disuling untuk produksi garam. Sementara air yang sudah dikurangi kadar garamnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih,” ujar Suharyadi.

Ia menjelaskan, PDAM berencana membeli air hasil penyulingan tersebut untuk kemudian diolah dan didistribusikan kepada masyarakat.

Namun, pembahasan terkait harga masih belum dilakukan karena kerja sama masih dalam tahap awal. “Untuk harga belum dibahas. Ini masih sebatas penjajakan,” katanya.

Rencana ini juga menjadi bagian dari upaya PDAM memperluas cakupan layanan, terutama ke wilayah yang hingga kini belum terjangkau jaringan air bersih.

Salah satu wilayah prioritas adalah Kecamatan Mundu yang selama ini belum terlayani oleh PDAM.

“Air hasil penyulingan ini akan dimanfaatkan untuk menambah pelanggan baru, khususnya di Kecamatan Mundu,” jelasnya.

Baca Juga:Kritik Kebijakan Cukai Rokok, Penambahan Layer Tarif Dinilai Berisiko Memperluas Rokok MurahGeger! Remaja Nekat Naik Tower BTS di Cirebon, Selamat setelah Diminta Turun 

Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan menjadi solusi alternatif bagi kebutuhan air bersih di wilayah pesisir, sekaligus mendukung pengembangan industri garam di kawasan timur Kabupaten Cirebon. (den)

0 Komentar