sampah di Kesenden, Dibuang Diam-Diam di Malam Hari, Menyiksa Warga Sepanjang Hari

Sampah di Kota Cirebon
GUNUNG SAMPAH: Tumpukan sampah kembali menggunung di lokasi pembuangan liar di perbatasan Kelurahan Kesenden dan Kebonbaru. FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Pagi belum sepenuhnya ramai ketika bau menyengat sudah lebih dulu menyapa. Dari kejauhan, hamparan sampah terlihat menggunung di lahan terbuka di perbatasan Kelurahan Kesenden dan Kebonbaru, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Kantong plastik berwarna-warni, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga bercampur menjadi satu, membentuk pemandangan yang jauh dari kata layak.

Beberapa waktu lalu, lokasi ini sempat dibersihkan. Namun, tanpa pengawasan dan fasilitas pembuangan yang memadai, tumpukan sampah kembali muncul. Seolah tak pernah benar-benar pergi, sampah terus datang, sedikit demi sedikit, hingga kembali menguasai lahan tersebut.

Baca Juga:Merajut Momen Sekali Seumur Hidup di Aston CirebonSantri Al Hikmah Raih Best Research Award di National Essay Competition

Saat hujan turun, kondisi menjadi lebih buruk. Air mengalir membawa aroma tak sedap yang menyebar ke lingkungan sekitar. Warga yang melintas kerap menutup hidung, sementara mereka yang tinggal di dekat lokasi tak punya banyak pilihan selain bertahan.

“Kalau hujan, baunya makin kuat. Kadang sampai masuk ke rumah,” ujar Muntohir, warga setempat.

Menurutnya, sampah yang menumpuk tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar. Pada malam hari, sejumlah orang kerap datang diam-diam untuk membuang sampah. Mereka memanfaatkan kondisi minimnya pengawasan di lokasi tersebut.

Ketiadaan tempat pembuangan resmi menjadi salah satu penyebab utama persoalan ini terus berulang. Bagi sebagian warga, membuang sampah di lahan kosong menjadi pilihan paling mudah. Apalagi, ada biaya yang harus dikeluarkan jika membuang sampah ke tempat resmi.

Di tengah kondisi itu, aktivitas lain justru ikut tumbuh. Beberapa pemulung terlihat memilah sampah, mencari barang yang masih memiliki nilai jual. Bagi mereka, tumpukan sampah menjadi sumber penghidupan. Namun bagi warga sekitar, keberadaan gunungan sampah tetap menghadirkan keresahan.

Selain bau yang menyengat, potensi penyakit dan lingkungan yang semakin kumuh menjadi ancaman nyata. Anak-anak yang bermain di sekitar permukiman pun tak luput dari risiko.

Ironisnya, lokasi tersebut nyaris tanpa pembatas. Tidak ada papan larangan yang tegas, apalagi pengawasan rutin. Kondisi ini membuat siapa pun leluasa datang dan membuang sampah, bahkan secara sembunyi-sembunyi di malam hari.

Baca Juga:Nooralia Luncurkan 100 Pioneer Sahabat NooraliaWaspadai Dampak Kemarau Ekstrem, BPBD Cirebon Siaga Antisipasi Krisis Air

Warga berharap ada langkah nyata dari pemerintah. Bukan hanya membersihkan, tetapi juga menyediakan fasilitas pembuangan yang mudah diakses dan pengawasan yang berkelanjutan.

0 Komentar