Indonesia Kutuk Serangan Israel, Penjaga Perdamaian Gugur di Lebanon

pemulangan jenazah personel tni di lebanon
Pemerintah memastikan pemulangan jenazah 3 personel TNI yang gugur di Lebanon karena serangan 29 dan 30, Maret 2026. Foto: Bakom RI - radarcirebon.id
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) kembali menyampaikan kecaman atas serangan Israel ke Lebanon yang mengakibatkan korban jiwa dan luka.

Terbaru, Indonesia kembali berduka pasca Praka Rico Pramudia yang mengalami luka berat akibat serangan pada akhir 2026, dikabarkan meninggal dunia di tengah perawatan intensif.

Praka Rico Pramudia yang merupakan anggota Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

Baca Juga:YouTube Sudah, Roblox Belum, Komdigi Minta Platform Patuhi PP TunasAlhamdulillah, Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan, Praka Rico Pramudia menjalani perawatan intensif selama hampir sebulan pasca mengalami luka serius akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat Kota Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan pada 29 Maret lalu.

Nabyl menambahkan, pemerintah Indonesia selama ini telah bekerja sama dengan UNIFIL, pemerintah Lebanon, dan tim medis di Beirut untuk memastikan penanganan medis yang optimal. Namun, kondisi yang dialami Rico cukup parah.

“Berbagai langkah medis telah diupayakan, namun akibat kondisi luka yang cukup berat, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” imbuh Nabyl.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl mengatakan bahwa Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya penjaga perdamaian asal Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Oleh karena itu, serangan terhadap personel tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Indonesia mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini,” kata Nabyl.

Praka Rico menjadi personel Indonesia keempat yang gugur saat bertugas di bawah komando UNIFIL. Sebelumnya, serangan yang sama telah menggugurkan Praka Farizal Rhomadhon di lokasi kejadian. Kemudian, sehari setelahnya, Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, juga gugur akibat serangan yang timbul di dekat Bani Haiyyan, Lebanon Selatan.

0 Komentar