Gerakan Cegah Anemia Dimulai dari Ruang Kelas, Lima Siswi SMAN 5 Jadi Duta Rem CIENTA

Duta Rem CIENTA
EDUKASI KESEHATAN: Pelatihan calon Duta Rem CIENTA dilaksanakan dalam tiga tahap. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Di sebuah ruang kelas SMAN 5 Kota Cirebon, lima siswi berdiri bergantian di hadapan teman-temannya. Mereka bukan sedang mengikuti lomba pidato atau presentasi pelajaran, melainkan menjalankan peran baru sebagai Duta Rem CIENTA (Remaja Cantik Sehat Tanpa Anemia).

Melalui bahasa yang akrab dan pendekatan teman sebaya, kelima remaja itu mengajak teman-temannya lebih peduli terhadap kesehatan, khususnya mencegah anemia dan memahami pentingnya kesehatan reproduksi sejak usia sekolah.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya yang menghadirkan inovasi edukasi berbasis teknologi melalui aplikasi Rem CIENTA.

Baca Juga:Bentuk Satgas Sungai, Siapkan Pemasangan Trash BarrierPedagang Desak Usut Tuntas Penyebab Kebakaran, Pasar Tegalgubug Dua Kali Terbakar dalam Sepekan

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Lisnawati SST MKeb, menjelaskan, program ini lahir dari keprihatinan masih tingginya kasus anemia pada remaja putri. Rendahnya kepatuhan mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), pola makan yang belum seimbang, serta minimnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi menjadi persoalan yang perlu ditangani sejak dini.

“Melalui pendekatan edukasi sebaya, kami berharap remaja dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Program dilaksanakan dalam tiga tahap. Diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah, tim kemudian menyeleksi lima siswi untuk mengikuti pelatihan sebagai calon Duta Rem CIENTA.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi mengenai pencegahan anemia dan kesehatan reproduksi, tetapi juga dibekali kemampuan berkomunikasi, teknik konseling teman sebaya, hingga praktik menggunakan aplikasi Rem CIENTA. Metode pembelajaran dibuat interaktif melalui diskusi, simulasi, pretest, dan posttest.

Hasilnya cukup menggembirakan. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 6 menjadi 10 atau naik sekitar 40 persen. Berdasarkan hasil observasi praktik konseling, seluruh peserta dinyatakan kompeten untuk mendampingi teman-temannya.

Tahap berikutnya menjadi momen ketika para duta mulai menjalankan perannya. Mereka memberikan edukasi kepada 20 siswi lainnya melalui konseling teman sebaya. Suasana diskusi berlangsung santai sehingga peserta lebih leluasa bertanya mengenai anemia, pola makan, hingga pentingnya rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah.

Tak hanya mendapatkan edukasi, para peserta juga menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi tekanan darah, tinggi badan, berat badan, lingkar perut, serta kadar hemoglobin. Seluruh hasil pemeriksaan langsung dicatat dalam aplikasi Rem CIENTA sehingga kondisi kesehatan masing-masing peserta dapat dipantau.

0 Komentar