RADARCIREBON.ID – Persoalan sampah di Kabupaten Cirebon kian mendesak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun menilai, solusi teknis semata tidak cukup untuk mengatasi persoalan ini. Perubahan perilaku masyarakat sejak dari rumah justru menjadi kunci utama.
Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono ST MSi menjelaskan, penanganan sampah membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Persoalan sampah tidak akan selesai jika hanya mengandalkan pemerintah. Harus ada kolaborasi bersama, dimulai dari kebiasaan sederhana memilah sampah dari rumah,” ujar Dede.
Baca Juga:Jalan Sehat HUT Ke-544 Cirebon, Jigus Sebut Olahraga Jalan Kaki Sudah CukupIPB Cirebon Bekali Mahasiswa Tembus ke Jepang lewat Get Ready for Japan 2026
Dikatakan Dede, pengelolaan sampah organik sebenarnya dapat dilakukan mandiri oleh masyarakat tanpa membutuhkan lahan luas. Salah satu cara yang dinilai efektif yakni penerapan biopori di lingkungan rumah.
“Metode tersebut selain membantu mengurangi volume sampah juga bisa menghasilkan pupuk dari limbah organik rumah tangga,” ucapnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah organik dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat tanpa memerlukan lahan luas. Metode biopori menjadi salah satu solusi praktis yang bisa diterapkan di lingkungan rumah tangga.
“Biopori itu sederhana dan tidak butuh lahan besar. Sampah organik bisa diolah jadi pupuk,” jelasnya.
DLH pun menargetkan volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kedepan dapat ditekan secara signifikan. Idealnya, kata Dede, hanya sampah residu yang benar-benar tidak bisa diolah lagi yang dibuang ke TPA.
Langkah itu dinilai penting agar persoalan keterbatasan lahan untuk pembuangan tidak terus menjadi persoalan baru di masa mendatang.
“Kami ingin yang masuk TPA hanya residu. Kalau sampah sejak awal dipilah dan diolah, beban TPA bisa berkurang drastis,” tegasnya.
Baca Juga:Pengajuan Sengketa Informasi MeningkatKrisis Air Baku, PDAM Tirta Jati Cirebon Jajaki Kerja Sama Penyulingan Air Laut
Selain aspek lingkungan, Dede juga mengungkapkan terkait potensi ekonomi dari pengelolaan sampah, terutama sampah plastik yang memiliki nilai jual.
Ia mendorong masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sekaligus kembali menggunakan bahan pembungkus ramah lingkungan.
Misalnya, kebiasaan lama menggunakan daun jati atau daun pisang untuk membungkus makanan patut dihidupkan kembali karena lebih mudah terurai dan lebih bersahabat bagi lingkungan.
