Untuk memaksimalkan pengawasan, pihaknya tidak hanya mengandalkan bidang perlindungan anak, tetapi juga melibatkan tenaga lini lapangan. Sebanyak lima orang Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) telah ditugaskan khusus untuk melakukan koordinasi dan pemantauan langsung di lapangan.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para orang tua yang menitipkan anak-anak mereka, sekaligus memastikan setiap lembaga pengasuhan anak di Kota Cirebon memenuhi standar perlindungan anak yang telah ditetapkan.
Budi menjelaskan, memilih tempat penitipan anak atau daycare bukanlah perkara sepele bagi orang tua yang bekerja. Kata dia, keamanan, kenyamanan, serta kualitas pengasuhan menjadi faktor utama yang harus dipertimbangkan matang-matang.
Baca Juga:Indonesia Jadi Tuan Rumah IGIC 2026, Acara Digelar Agustus MendatangNiat Tangkap Ikan, Tangan Bocah Malah Terjebak Besi Cor Pondasi, Damkar Lakukan Evakuasi
“Kami akan terus melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Tujuannya agar seluruh daycare di Kota Cirebon dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan guna mendukung tumbuh kembang anak-anak di usia balita secara optimal,” pungkasnya. (*)
