Menyikapi hal ini, Iin mengimbau para orang tua untuk lebih jeli mengamati perubahan kondisi fisik maupun perilaku anak setiap kali pulang dari tempat penitipan. Hal ini penting untuk memastikan anak mendapatkan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Pemerintah juga diharapkan dapat memperketat regulasi dan melakukan monitoring berkala terhadap operasional daycare guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, baik dari sisi kesehatan maupun pola asuh.
Iin Hartini mengungkapkan bahwa saat ini terdapat enam daycare yang terdata di Kota Cirebon. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya merupakan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), sementara satu lainnya dikelola di bawah pembinaan Dharma Wanita Persatuan Kota Cirebon.
Baca Juga:Indonesia Jadi Tuan Rumah IGIC 2026, Acara Digelar Agustus MendatangNiat Tangkap Ikan, Tangan Bocah Malah Terjebak Besi Cor Pondasi, Damkar Lakukan Evakuasi
Iin mengakui bahwa dari sisi administrasi dan legalitas, belum semua daycare di wilayahnya memiliki dokumen pendukung yang lengkap. Namun, pihaknya terus berupaya mendorong pengelola untuk memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
“Kami berupaya agar daycare-daycare tersebut bisa memenuhi persyaratan sebagai Taman Asuh Ramah Anak. Aspek legalitas seperti SK memang belum sepenuhnya lengkap di seluruh unit, namun pembinaan terus berjalan,” ujarnya.
Langkah antisipatif ini diambil sebagai respons atas insiden tragis di Yogyakarta yang dilaporkan berdampak pada sekitar 53 balita. Meskipun penyebab pasti dan kronologi kejadian di Yogyakarta masih dalam pendalaman, DP3APPKB Kota Cirebon menilai pengawasan dini sangat diperlukan guna mencegah kejadian serupa terjadi di wilayahnya.
Dengan adanya standarisasi Ramah Anak, diharapkan setiap tempat penitipan anak tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak tanpa risiko kekerasan.
Sementara Kepala DP3APPKB Kota Cirebon Suwarso Budi Winarno AP menyampaikan bahwa pihaknya telah mengupayakan berbagai langkah strategis agar kejadian serupa tidak terjadi di Kota Cirebon. Salah satu program unggulan yang terus diperkuat adalah Taman Asuh Ramah Anak.
“Kami berupaya keras agar kasus serupa tidak terjadi di sini. Kami memiliki program Taman Asuh Ramah Anak sebagai bagian dari upaya memonitor operasional daycare-daycare yang ada di Kota Cirebon,” ujar Suwarso Budi Winarno.
