Sorotan itu mencakup kondisi penerangan jalan umum (PJU), ruas jalan bergelombang, hingga dugaan proses pengadaan yang menurut mahasiswa perlu diawasi secara terbuka.
“Kami ingin publik tahu uang ini digunakan untuk apa. Jangan sampai ada proses yang tidak benar. Mahasiswa hadir untuk mengawal kepentingan masyarakat,” terangnya.
Tak hanya menuntut transparansi anggaran, massa aksi juga membawa sejumlah tuntutan lain, mulai dari prioritas belanja pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pembangunan infrastruktur, hingga penolakan terhadap praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Baca Juga:Sungai di Kota Cirebon Penuh Tumpukan Sampah, BBWS Tegaskan Tanggung Jawab Bersama, Puji Aksi WalikotaSantri Al Hikmah Raih Perak Panahan Tingkat Jabar
Usai menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati, massa aksi melanjutkan demonstrasi ke Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Cirebon sebagai bentuk solidaritas dan dorongan terhadap penegakan hukum. (sam/awr/den)
