RADARCIREBON.ID – Liga Jabar Istimewa (LJI) yang digagas oleh PSSI Provinsi Jawa Barat kian semarak digelar di berbagai daerah. Baik di tingkat kota maupun kabupaten di seluruh Jawa Barat, antusiasme terlihat tinggi dalam menyambut festival sepak bola yang melibatkan anak-anak usia dini mulai dari kelompok umur KU-10 hingga KU-12.
Hanya dalam waktu sepekan setelah Kota Cimahi menjadi pelopor, tujuh daerah lain di Jawa Barat langsung mengadakan kegiatan serupa. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, serta Kota Cirebon.
Penyelenggaraan LJI tidak hanya bertujuan menghidupkan kembali pembinaan sepak bola usia dini dan muda di Jawa Barat. Pada edisi perdananya ini, terdapat misi khusus, yakni membentuk karakter anak-anak sejak usia dini.
Baca Juga:Aseehra Batik-Trusmi Gelar Lomba Parodi Orkestra Barang BekasKomunitas Moge dan Gus Iqdam Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI sekaligus penggagas LJI, Muhammad Jailani Saputra menjelaskan, penyelenggaraan yang profesional di seluruh daerah diharapkan mampu membentuk karakter anak-anak. Baik dari sisi kedisiplinan maupun pola pikir. Sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang unggul melalui sepak bola.
Pria yang akrab disapa Bang Jae itu juga menilai, LJI memiliki keunikan tersendiri. Dalam pelaksanaannya, seluruh PSSI kabupaten/kota menggunakan tajuk Piala Bupati dan Piala Walikota sebagai bentuk dukungan daerah.
Ia menambahkan, tim-tim terbaik dari lima wilayah di Jawa Barat, yakni Ciayumajakuning, Priangan Timur, Bandung Raya, Purwasukasi, dan Puncak Raya, akan melaju ke tingkat provinsi. Selanjutnya, tim juara akan langsung mendapatkan kesempatan tampil di level nasional untuk bersaing dengan tim terbaik dari seluruh Indonesia dalam ajang Piala Presiden.
Program yang diinisiasi oleh PSSI Jawa Barat ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan PSSI kabupaten/kota sebagai upaya menjawab kebutuhan para pembina sepak bola usia dini, khususnya untuk kelompok U-10 dan U-12 yang selama ini kurang mendapat perhatian dari federasi.
Bang Jae meyakini, penyelenggaraan LJI membawa banyak dampak positif. Selain menjadi sarana edukasi dan mempererat silaturahmi antarorang tua, kegiatan ini juga memberikan kontribusi pada sektor sosial, ekonomi, dan budaya.
