Ia menambahkan, variasi menu terus diperhatikan, mencakup lauk hewani dan nabati, sayuran, buah, hingga minuman. Penyesuaian juga dilakukan untuk konsumsi tertentu, termasuk dalam bentuk nasi kotak.
Dalam proses penyediaan konsumsi ini, Asrama Haji Indramayu melibatkan sekitar 65 tenaga kerja yang berasal dari berbagai daerah, seperti Jogjakarta dan Jawa Barat.
“Dengan pengelolaan yang terstruktur dan pengawasan ketat, kami ingin memastikan seluruh jamaah mendapatkan makanan yang layak, bergizi, dan higienis sebelum berangkat ke Tanah Suci,” tutup Desta. (oni)
