Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya Ajarkan Yoga GCL 

Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
PENGABDIAN: Tim dosen Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Cirebon, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di UPTD Puskesmas Talun, Kabupaten Cirebon. FOTO: IST/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Tim dosen Program Studi Keperawatan dan Kebidanan Cirebon, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di UPTD Puskesmas Talun, Kabupaten Cirebon, beberapa waktu lalu.

Kegiatan tersebut berfokus pada upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui pemberdayaan kader kesehatan.

Pelatihan dilaksanakan dalam tiga pertemuan, yakni pada 9, 16, dan 22 Mei 2026 di Aula UPTD Puskesmas Talun. Program ini diikuti 20 kader kesehatan perwakilan dari enam desa di wilayah kerja Puskesmas Talun.

Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS

Kegiatan dibuka Kepala UPTD Puskesmas Talun, dr Sri Mulyati, didampingi Bidan Koordinator Mimin Mintarsih S Tr Keb, staf Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta tim pengabdian masyarakat Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Santi Wahyuni SKp MKep SpMat, mengatakan komplikasi kardiovaskular maternal, khususnya hipertensi dalam kehamilan (HDK), masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Cirebon.

“Wilayah kerja Puskesmas Talun mencatat angka kasus HDK yang cukup tinggi. Karena itu diperlukan intervensi nonfarmakologis yang aman, murah, dan efektif untuk membantu mengendalikan tekanan darah ibu hamil,” ujarnya.

Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan Yoga GCL, yakni kombinasi gerakan yoga prenatal, musik tradisional gamelan Cirebon, dan aromaterapi lavender.

Menurut Santi, metode tersebut merupakan hasil penelitian tim pada 2023 dan 2024 yang telah teruji kelayakannya.

“Musik gamelan Cirebon bertempo lambat yang dikombinasikan dengan aromaterapi lavender terbukti secara klinis dapat membantu relaksasi dan menurunkan resistensi pembuluh darah perifer pada ibu hamil,” terangnya.

Selama pelatihan, para kader tidak hanya mendapatkan materi teori mengenai deteksi dini hipertensi gestasional, tetapi juga praktik langsung gerakan prenatal yoga.

Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti

Sesi praktik dipandu oleh anggota tim pengabdian, yakni Nurasih SST MKeb dan Nina Nirmaya Mariani SST MKeb. Materi meliputi teknik pernapasan, gerakan pemanasan, gerakan inti yang aman bagi ibu hamil, pendinginan, hingga savasana.

Pada pertemuan ketiga, kader mengikuti simulasi Kelas Ibu Hamil dengan menghadirkan enam ibu hamil yang memiliki riwayat hipertensi gestasional.

“Setiap kader diobservasi menggunakan lembar penilaian keterampilan untuk memastikan gerakan dilakukan sesuai standar operasional prosedur,” ungkapnya.

0 Komentar