INDRAMAYU – Pemenuhan gizi yang baik dan seimbang menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi kesehatan calon jamaah haji (calhaj) asal Jawa Barat sejak berada di asrama. Karena itu, selama masa tinggal di asrama sebelum keberangkatan ke Tanah Suci, kebutuhan konsumsi menjadi perhatian serius Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Indramayu.
Kepala Bidang Akomodasi Asrama Haji Indramayu, Boy Shubhul Munir menjelaskan, penyediaan makanan dilakukan secara terstruktur melalui beberapa tahapan layanan setiap hari. Mulai dari makanan ringan hingga menu utama. Seluruh hidangan dimasak langsung di dapur asrama sebelum didistribusikan kepada jamaah.
Selama berada di asrama, jamaah mendapatkan fasilitas konsumsi berupa tiga kali makan utama dan dua kali makanan ringan. Penyajian disesuaikan dengan jumlah jemaah pada setiap waktu makan.
Baca Juga:Arsenal Merana! Jelang Lawan Atletico Madrid, Pemain Penting Cedera ParahHasil Duel AC Milan vs Juventus, Cukup Adil Ternyata!
“Jamaah menerima snack saat tiba di aula, kemudian dua kali makan utama secara prasmanan, dan tambahan snack pada sore atau malam hari,” ujarnya, Senin (27/4).
Selain itu, satu porsi makan lainnya disiapkan dalam bentuk nasi kotak sebagai bekal sebelum keberangkatan. Makanan tersebut telah melalui proses pemeriksaan ketat untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi.
“Nasi box dibawa jamaah ke bandara. Sebelum didistribusikan, makanan diperiksa, termasuk melalui X-ray, untuk menjamin kualitasnya,” tambah Boy.
Untuk menjaga standar tersebut, pengawasan dilakukan secara ketat oleh tim khusus. Termasuk tenaga ahli gizi. Hal ini dilakukan agar makanan yang disajikan tetap aman, higienis, dan sesuai kebutuhan.
Kebutuhan konsumsi bagi jamaah lanjut usia (lansia) juga mendapat perhatian khusus. Menu disesuaikan berdasarkan data jamaah, dengan tekstur makanan yang lebih lembut agar mudah dikonsumsi tanpa mengurangi nilai gizinya.
Sementara itu, ahli gizi dapur Asrama Haji Indramayu, Desta menyampaikan, penyusunan menu dilakukan menggunakan sistem siklus agar variasi makanan tetap terjaga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi harian jamaah.
“Menu diatur dalam siklus lima hari agar tidak membosankan dan tetap seimbang. Untuk lansia, nasi dibuat tim, daging dicincang, dan ayam difilet agar lebih mudah dikunyah,” jelasnya.
