RADARCIREBON.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras) di tengah beratnya tugas petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Untuk kesekian kalinya, kondisi tersebut terungkap saat Komisi I DPRD Kota Cirebon melakukan kunjungan kerja ke kantor DPKP Kota Cirebon. Dalam kunjungan itu, anggota dewan mendengarkan langsung berbagai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi petugas di lapangan.
Kepala DPKP Kota Cirebon, Andi Riskiyanto, mengatakan tugas petugas damkar saat ini tidak hanya melakukan pemadaman kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan, baik terhadap manusia maupun hewan yang membutuhkan evakuasi.
Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS
Namun, keterbatasan sarana dan prasarana menjadi tantangan besar bagi petugas. Salah satu yang paling dirasakan adalah minimnya Alat Pelindung Diri (APD).
“APD yang ada sekarang hanya sekitar belasan unit. Selebihnya sudah tidak layak pakai. Padahal, standarnya setiap anggota harus memiliki satu APD. Teman-teman di lapangan berhadapan langsung dengan api, sehingga APD sangat penting untuk melindungi dari panas. Kalau APD kurang, tentu keselamatan anggota menjadi berisiko,” kata Andi kepada Radar Cirebon.
Selain APD, kondisi perlengkapan lain seperti selang pemadam juga banyak mengalami kerusakan akibat penggunaan di lapangan.
“Selang yang ada berbahan karet dan plastik. Kalau terkena paku atau benda tajam bisa sobek dan bocor,” ujarnya.
Permasalahan juga terjadi pada armada kendaraan operasional. Dari total 10 kendaraan yang dimiliki, hanya enam unit yang masih dapat digunakan. Dari jumlah tersebut, lima armada merupakan kendaraan lama.
“Kendaraan kami sebenarnya ada 10 unit, tetapi yang bisa beroperasi hanya enam. Itu pun sebagian besar sudah tua dan sering bermasalah. Hanya satu yang baru. Padahal, kebakaran tidak bisa diprediksi, sehingga kendaraan yang tidak maksimal sangat berisiko dalam penanganan,” ungkapnya.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Andi mengapresiasi semangat para petugas damkar yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi.
Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti
“Alhamdulillah teman-teman di lapangan tetap semangat walaupun dengan sarana dan prasarana seadanya. Mereka tetap sigap, humanis, dan terukur dalam bekerja. Karena masyarakat yang menghubungi kami adalah masyarakat yang sedang dalam kondisi takut dan membutuhkan pertolongan segera, baik karena kebakaran maupun penyelamatan seperti ular, biawak, dan lainnya,” tuturnya.
