RADARCIREBON.ID – Menjelang Idul Adha, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon memastikan ketersediaan pangan di Kabupaten Cirebon masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Meski demikian, harga sejumlah komoditas pangan mulai mengalami kenaikan di pasaran.
Kenaikan harga tersebut dipicu berbagai faktor, salah satunya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang berdampak pada sektor pertanian dan distribusi pangan.
Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS
Kepala Bidang Ketersediaan, Kerawanan, dan Distribusi Pangan DKPP Kabupaten Cirebon, Mochamad Muslih mengatakan, dampak pelemahan rupiah mulai terasa pada sejumlah kebutuhan pertanian yang masih bergantung pada bahan impor.
Kondisi itu kemudian berimbas pada harga pangan di tingkat pasar.
Menurut Muslih, beras premium yang sebelumnya berada di kisaran Rp15 ribu/kilogram (kg), kini naik menjadi sekitar Rp16 ribu/kg.
Selain beras, kenaikan juga terjadi pada komoditas cabai dan bawang dengan persentase kenaikan sekitar 10 hingga 20 persen.
“Secara harga memang ada beberapa komoditas yang naik, terutama beras premium, cabai, dan bawang. Tapi untuk stok pangan di Kabupaten Cirebon masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.
DKPP mencatat, secara umum ketersediaan pangan di Kabupaten Cirebon masih terkendali berdasarkan perhitungan kebutuhan konsumsi masyarakat setiap bulan.
Pemantauan juga terus dilakukan untuk memastikan distribusi pangan tetap berjalan dan pasokan tidak terganggu.
Di tengah kenaikan harga tersebut, DKPP terus menjalankan langkah stabilisasi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti
Program itu disiapkan sebagai upaya menekan gejolak harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Cirebon, Eli Herlina mengatakan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk mendekatkan bahan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga didorong memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan pangan seperti cabai, bawang, dan sayuran.
“Pemanfaatan pekarangan rumah bisa menjadi alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga sekaligus menekan pengeluaran rumah tangga,” ujarnya. (awr)
