RADARCIREBON.ID – Puluhan warga Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon melakukan aksi demo di Kantor Bupati Cirebon, Senin, 25, Mei 2026.
Kedatangan mereka untuk menyampaikan tuntutan penanganan serius terhadap banjir rob yang telah bertahun-tahun melanda wilayah mereka.
Aksi damai yang dipimpin Sanuri SPd itu, warga menyampaikan enam tuntutan utama kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon terkait dampak rob yang dinilai semakin parah.
Baca Juga:Jalan Depan Stasiun Kejaksan Rusak Parah Ini Alasan Warga Pancuran Barat Demo Tolak Perpanjangan Kontrak Menara BTS
Tuntutan tersebut meliputi percepatan pembangunan tanggul laut, penetapan status tanggap darurat beserta langkah mitigasi bencana, hingga normalisasi saluran irigasi di kawasan pesisir.
Selain itu, warga juga meminta rehabilitasi drainase lingkungan permukiman, pembebasan atau alih fungsi lahan terdampak rob, serta keringanan hingga pembebasan pajak tambak yang sudah tidak produktif akibat genangan air laut.
Sanuri mengungkapkan, warga Ambulu telah menghadapi rob selama sekitar sembilan tahun. Bahkan, menurutnya, desa mereka terendam hampir sepanjang tahun.
“Dari 365 hari, sekitar 300 hari desa kami terendam rob,” ujar Sanuri saat audiensi di Kantor Bupati Cirebon.
Ia mengatakan, dampak rob tidak hanya memukul perekonomian masyarakat, tetapi juga memengaruhi kesehatan dan pendidikan warga.
Banyak tambak bandeng milik masyarakat berhenti beroperasi sehingga warga kesulitan membayar kewajiban pajak lahan.
“Tambak sudah tidak produksi, tetapi pajak tetap berjalan. Warga sangat keberatan,” katanya.
Baca Juga:UGJ Wisuda 704 Lulusan Sarjana, Profesi, dan MagisterJembatan Kedungdawa-Kedungjaya Nyaris Ambruk, Warga dan TNI-Polri Helat Karya Bakti
Menurut Sanuri, genangan rob yang terus mengendap di lingkungan permukiman juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Selain itu, aktivitas pendidikan turut terganggu, terutama di SDN 3 Ambulu yang disebut kerap terdampak banjir hingga ke ruang kelas.
“Anak-anak belajar dalam kondisi tidak nyaman. Ini harus segera ditangani,” tegasnya.
Ia menambahkan, kondisi rob yang berkepanjangan turut memicu tekanan psikologis bagi warga.
“Masyarakat Ambulu sekarang stres setiap rob datang. Padahal jarak desa kami dengan pantai cukup jauh, tetapi dampaknya sangat parah,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, memastikan pemerintah daerah akan segera melakukan peninjauan ke lokasi terdampak.
Pria yang akrab disapa Jigus itu menyebut, Pemkab Cirebon juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan rob di kawasan pantura, termasuk menindaklanjuti pembahasan pembangunan giant sea wall.
