INDRAMAYU – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas penanganan kebakaran terus dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Indramayu. Salah satunya melalui kerja sama dengan TNI Angkatan Darat (AD), yakni Brigif TP 34/CB dan Yonif TP 889/GW, yang dilaksanakan akhir pekan kemarin.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan pengoperasian peralatan pemadam kebakaran serta simulasi penanggulangan kebakaran yang diikuti oleh personel TNI AD dari Brigif TP 34/CB dan Yonif TP 889/GW. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran.
Kepala Bidang (Kabid) Damkar pada Satpol PP dan Damkar Indramayu, Jajat Wibisono, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Damkar dan TNI. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur sangat penting dalam menciptakan sistem penanganan kebakaran yang cepat, tepat, dan terkoordinasi.
Baca Juga:Ini Dia Tiga Calon Kepala DPPKBP3A Kuningan: Bupati Dian Diuji Pilih yang TerbaikPWP Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Salurkan Bingkisan untuk ADHA di Indramayu
“Dalam kegiatan ini juga dilakukan simulasi kebakaran. Alhamdulillah, personel Brigif TP 34/CB dan Yonif TP 889/GW menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan Damkar Indramayu apabila terjadi kebakaran, khususnya di wilayah barat Indramayu,” ujarnya.
Jajat menjelaskan, wilayah barat Indramayu memiliki tantangan tersendiri dalam hal penanganan kebakaran, terutama terkait jarak tempuh dan waktu respons. Oleh karena itu, kehadiran dan keterlibatan personel TNI diharapkan dapat membantu mempercepat proses penanganan di lapangan.
Selain itu, keberadaan Damkar di lingkungan markas Brigif TP 34/CB dan Yonif TP 889/GW juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan bersama, baik dalam menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya, seperti bencana alam dan kecelakaan.
Menurutnya, sinergi antara Damkar dan TNI menjadi kekuatan penting dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih efektif dan profesional. Dengan adanya koordinasi yang baik, setiap potensi kebakaran dapat ditangani lebih cepat sehingga dampak kerugian dapat diminimalkan.
“Kami berharap ke depan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga berlanjut pada kegiatan lain, seperti sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat serta latihan bersama secara berkala,” tambahnya.
