Pencarian Warga Hilang di Ragawacana Diperkuat, Tim Gabungan Matangkan Strategi

Pencarian warga hilang di Desa Ragawacana, Kuningan, terus diintensifkan dengan memperkuat koordinasi operasi
Pencarian warga hilang di Desa Ragawacana, Kuningan, terus diintensifkan dengan memperkuat koordinasi operasi SAR.
0 Komentar

KUNINGAN – Upaya pencarian seorang warga yang dilaporkan hilang di Desa Ragawacana, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terus dimaksimalkan. Tim gabungan menggelar musyawarah di Balai Desa Ragawacana, guna menyatukan strategi dalam operasi Emergency Search and Rescue (ESAR), Senin (4/5).

Forum tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat koordinasi, komunikasi, serta efektivitas pencarian. Seluruh unsur yang terlibat menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam menghadapi situasi darurat agar proses pencarian berjalan lebih terarah.

Peristiwa ini bermula dari hilangnya Parmo (48), warga setempat, yang berpamitan pergi ke sawah pada Minggu (3/5) sore untuk mencari rumput pakan ternak. Namun hingga malam hari, korban tidak kembali ke rumah, sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.

Baca Juga:BPBD Gandeng Paguyuban Silihwangi Simulasi KarhutlaSelain Obyek Wisata, Panyaweuyan Juga Jadi Sentra Bawang Merah

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, menjelaskan bahwa laporan diterima pada Minggu malam. Tim assessment pun langsung diterjunkan ke lokasi di kawasan Blok Sawah Bojong.

“Korban berangkat sekitar pukul 15.00 WIB menuju persawahan. Namun hingga Magrib belum kembali, sehingga keluarga bersama warga melakukan pencarian awal,” ujarnya.

Dalam proses pencarian, korban belum ditemukan. Namun sejumlah barang pribadi miliknya ditemukan di area persawahan, sekitar dua meter dari bibir sungai. Barang tersebut meliputi ponsel, tas, pakaian, celana panjang, arit, serta satu karung berisi rumput yang diduga telah dikumpulkan korban. Di lokasi yang sama juga ditemukan sajadah dalam kondisi tergelar.

Menindaklanjuti temuan itu, aparat desa segera berkoordinasi dengan tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kuningan, TNI, Polri, Damkar, aparat kecamatan, serta relawan untuk melakukan pencarian intensif.

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi aliran sungai dari titik awal penemuan barang. Namun hingga Minggu tengah malam, pencarian belum membuahkan hasil.

“Kondisi cuaca berawan dan jarak pandang terbatas menjadi kendala di lapangan. Karena sudah malam, operasi pencarian dihentikan sementara,” jelasnya.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Senin (4/5) mulai pukul 08.00 WIB dengan titik kumpul di Balai Desa Ragawacana. Tim juga membuka peluang dukungan tambahan dari personel SAR dengan keahlian khusus, terutama dalam penyisiran aliran sungai dan area sekitar.(ags)

0 Komentar