MAJALENGKA – Kecamatan Argapura tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga menjadi sentra produksi bawang merah. Di kawasan wisata Panyaweuyan, sekitar 10 hektare lahan dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah jenis “karet” yang menjadi komoditas andalan petani setempat.
Salah seorang petani, Mangku (54), mengatakan lahan di kawasan Panyaweuyan sejak lama ditanami bawang merah dan bawang daun. Ia menjelaskan, musim tanam pertama berlangsung pada November hingga Januari dengan masa panen pada Februari.
Selanjutnya, musim tanam kedua dilakukan pada Maret hingga Mei dan diperkirakan panen pada Juni. Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp22 ribu per kilogram.
Baca Juga:Sita 150 Ribu Batang Rokok Ilegal di wilayah Utara Majalengka, Potensi Kerugian Negara Rp111 JutaKarang Taruna Desa Cieurih Dorong Optimalisasi Manfaat Pembangunan Pabrik Garmen bagi Warga Lokal
“Sekarang harga sekitar Rp22 ribu per kilogram. Lumayan, tetapi kami berharap harga tetap stabil dan tidak turun saat panen raya,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka menyebut harga bawang merah saat ini masih dalam kategori wajar dan relatif stabil.
Kepala DKP3 Majalengka, H Gatot Sulaeman AP MSi, mengapresiasi petani di kawasan wisata yang dinilai konsisten menjaga produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong petani untuk menjaga kualitas produksi serta mengatur pola tanam agar tidak terjadi panen serentak yang dapat menekan harga di pasaran.
“Produksi bawang merah dari Panyaweuyan diharapkan dapat berkontribusi terhadap pasokan di wilayah Majalengka dan sekitarnya,” ujarnya.
Camat Argapura, Ridwan Mochamad Ramdhani, mengatakan dengan luas lahan sekitar 10 hektare, potensi produksi di Panyaweuyan dapat mencapai 80 hingga 120 ton dalam satu kali panen jika kondisi tanaman optimal.
“Kami mengapresiasi kerja keras para petani di Panyaweuyan. Komoditas bawang merah ini menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kecamatan Argapura selain sektor pariwisata,” katanya.
Baca Juga:Pabrik Garmen 7 Hektare Segera Berdiri di Cieurih, Warga Lokal Diprioritaskan KerjaBorneo FC Rebut Puncak Klasemen Usai Tekuk Persik Kediri, Geser Persib Bandung
Selain di Panyaweuyan, sentra bawang merah juga terdapat di Desa Sukasari Kidul, Sagara, Teja, dan Sukasari Kaler.
Pihak kecamatan, lanjutnya, akan terus bersinergi dengan dinas terkait untuk mendukung sektor pertanian, termasuk dalam pendampingan, penyediaan infrastruktur, serta akses pemasaran hasil panen. (ono)
