KUNINGAN – Desa Pajawanlor, Kecamatan Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebagai desa binaan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), wilayah ini berhasil meraih Juara Harapan Satu dalam Lomba Kampung Keluarga Berkualitas tingkat Provinsi Jawa Barat.
Keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Kampung KB Buyut Santri yang menjadi representasi Kabupaten Kuningan mampu menembus persaingan ketat hingga masuk jajaran enam besar. Capaian ini sekaligus menegaskan posisi Desa Pajawanlor sebagai salah satu kampung percontohan dalam penguatan program keluarga berkualitas di tingkat daerah.
Rasa syukur dan bangga pun menyelimuti masyarakat desa dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kuningan. Prestasi ini dipandang bukan sebagai garis akhir, melainkan bagian dari proses panjang pembelajaran, edukasi, dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola program pemberdayaan keluarga dan kesehatan lingkungan.
Baca Juga:Pencarian Warga Hilang di Ragawacana Diperkuat, Tim Gabungan Matangkan StrategiBPBD Gandeng Paguyuban Silihwangi Simulasi Karhutla
Kepala Desa Pajawanlor menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pengalaman selama proses penilaian akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan Kampung KB ke depan, termasuk dalam menghadirkan inovasi program pemberdayaan dan peningkatan kesehatan keluarga yang lebih matang dan berdampak luas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah terlibat, mulai dari perangkat daerah, dinas terkait, hingga para pendamping lapangan. Dukungan lintas sektor, termasuk dari Universitas Muhammadiyah Cirebon melalui LPPM, dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan tersebut. “Capaian ini adalah bukti bahwa desa memiliki potensi besar jika dikelola dengan kolaborasi dan semangat kebersamaan,” ujarnya.
Ketua LPPM UMC, Tania Avianda Gusman, menyatakan pihaknya akan terus mendorong penguatan desa binaan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan. Hal senada disampaikan Kepala Divisi Pengabdian kepada Masyarakat Johan MT serta Kepala Publikasi Zakkiyah yang menilai prestasi ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan pendampingan yang lebih optimal.
Sementara itu, Rektor UMC, Arif Nurudin, ST, MT, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa berbasis pemberdayaan masyarakat. Ia berharap Kampung KB Buyut Santri dapat terus berkembang menjadi model percontohan dalam membangun ketahanan keluarga, mengoptimalkan potensi lokal, serta mewujudkan lingkungan yang sehat dan sejahtera bagi masyarakat.
