Tidak hanya itu, FIFA juga mengundang federasi Iran ke Zurich pada 20 Mei mendatang, guna membahas persiapan menuju Piala Dunia 2026. Pertemuan tersebut diperkirakan menjadi langkah penting untuk memastikan Iran tetap dapat berpartisipasi tanpa kendala diplomatik.
Namun, kecemasan Iran belum sepenuhnya reda. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menyatakan, para pemain Iran tetap diizinkan tampil di Piala Dunia. Meski demikian, ia menegaskan individu yang memiliki hubungan dengan IRGC tidak akan diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat. Pernyataan itu membuat posisi Iran semakin sensitif. Mehdi Taj bahkan menegaskan bahwa delegasi Iran bisa saja mempertimbangkan untuk membatalkan perjalanan apabila tidak ada kepastian dari FIFA.
“Kami datang ke Piala Dunia karena lolos secara sportif. Tuan rumah kami adalah FIFA, bukan Presiden Trump atau Amerika,” kata Taj.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Lantik Ahmad Syadali sebagai Pj Sekda IndramayuPangkalan TNI AL Dukung Program Kedelai, Koperasi BBS Dorong Ketahanan Pangan Bersama Petani Sukamulya
Ucapan tersebut langsung menyita perhatian publik internasional, karena memperlihatkan bagaimana tensi politik mulai merembet ke arena sepak bola global.
Di sisi lain, persiapan Iran menuju Piala Dunia tetap berjalan di tengah situasi kawasan yang belum stabil. Timnas Iran terus menggelar pemusatan latihan di Teheran setelah kompetisi domestik sempat terganggu akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Ketegangan regional meningkat sejak akhir Februari setelah serangkaian serangan udara melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Dampaknya tidak hanya terasa dalam sektor politik dan keamanan, tetapi juga memengaruhi agenda olahraga nasional Iran.
Sejumlah program latihan sempat mengalami penyesuaian, termasuk jadwal liga domestik dan persiapan pemain menuju agenda internasional. Meski demikian, Iran tetap berupaya menjaga fokus tim. Para pemain lokal kini menjalani latihan intensif demi mempertahankan kondisi fisik sebelum menghadapi lawan-lawan berat di Piala Dunia nanti. Iran juga tengah menyiapkan sejumlah pertandingan uji coba internasional, termasuk laga persahabatan melawan Turki.
Bagi Iran, laga-laga tersebut bukan sekadar persiapan teknis, tetapi juga simbol bahwa sepak bola mereka tetap berjalan di tengah tekanan politik yang terus mengitari.
Iran sendiri telah menjadi salah satu kekuatan Asia yang rutin tampil di Piala Dunia dalam beberapa edisi terakhir. Namun menjelang 2026, sorotan terhadap mereka kini tak lagi hanya soal strategi permainan atau kualitas skuad.
