INDRAMAYU – Jajaran pengurus Koperasi Bareng-Bareng Sugih (BBS) bersama Pangkalan TNI AL Cirebon (Lanal Cirebon) menyatakan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman kedelai. Program ini merupakan inisiatif pemerintah pusat yang dijalankan melalui TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian.
Implementasi program tersebut mulai terlihat di Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Para petani setempat telah memulai penanaman kedelai di lahan milik PG Jatitujuh sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut.
Hal ini disampaikan Dewan Pengawas Koperasi BBS, H Mulyadi SE didampingi Ketua BBS, Warsim. Keterangan tersebut disampaikan kepada wartawan usai melakukan peninjauan lokasi penanaman bersama jajaran Lanal Cirebon beberapa waktu lalu.
Baca Juga:Ini Dia Proses Ubinan di Desa Juntikedokan, Produktivitas Padi Tembus 13,92 Ton/Ha GKPUsai Mengamankan Kemenangan atas PSIM, Persib Siap Hadapi Persija dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Warsim menjelaskan, kehadiran tim dari Lanal Cirebon bertujuan memastikan kegiatan di lapangan berjalan dengan aman dan kondusif. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan hasil kerja sama antara TNI AL dengan PG Jatitujuh, dengan pelaksanaan teknis di lapangan dipercayakan kepada Koperasi BBS bersama para petani Desa Sukamulya.
“Program penanaman kedelai ini merupakan kolaborasi antara TNI AL dan PG Jatitujuh. Sementara pelaksanaannya dilakukan oleh koperasi bersama petani setempat,” ujarnya.
Menurut Warsim, program ini menjadi peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Ia juga menambahkan bahwa para petani penggarap dari desa penyangga PG Jatitujuh memahami status lahan yang digunakan, yakni Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).
“Kami merasa bangga dan siap menjalankan program ini. Desa Sukamulya tidak hanya menjadi bagian, tetapi juga ingin menjadi contoh keberhasilan. Dengan dukungan petani, pendampingan akademisi, serta perhatian pemerintah pusat, kami optimistis dapat berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional,” katanya.
Warsim berharap, program penanaman kedelai ini tidak bersifat sementara, melainkan dapat berkelanjutan dan terus berkembang ke depannya. “Harapan kami, program ini bisa terus berjalan sehingga Indramayu ke depan mampu mandiri dalam produksi kedelai,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah melalui TNI AL, dan kalangan akademisi agar Desa Sukamulya dapat menjadi pusat pengembangan kedelai yang dapat ditiru oleh daerah lain.
