Imron berharap penghargaan tersebut dapat menjadi pemicu bagi rumah sakit lain untuk mengembangkan pelayanan serupa sesuai kemampuan dan karakteristik daerah masing-masing.
“Regulasinya sudah ada dan jelas. Tinggal bagaimana implementasinya dilakukan secara maksimal dengan penuh kepedulian,” tegasnya.
Ia menambahkan, lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, terutama ketika menjalani pengobatan. Pelayanan yang tidak ramah dinilai berpotensi membuat lansia cepat lelah dan kesulitan mengikuti proses pemeriksaan yang panjang.
Baca Juga:Bupati Lucky Hakim Lantik Ahmad Syadali sebagai Pj Sekda IndramayuPangkalan TNI AL Dukung Program Kedelai, Koperasi BBS Dorong Ketahanan Pangan Bersama Petani Sukamulya
“Secara fisik, lansia tentu memiliki keterbatasan. Karena itu mereka membutuhkan pelayanan yang lebih khusus agar tidak kelelahan maupun kebingungan saat berobat,” kata Imron.
Lebih lanjut, Imron juga menyampaikan harapan sederhana para lansia yang menurutnya sangat bermakna: saat muda ingin bekerja dan berkarya, ketika tua ingin hidup bahagia, serta berharap memperoleh akhir kehidupan yang baik.
“Terima kasih kepada LLI Jawa Barat dan LLI Kabupaten Indramayu atas apresiasi ini. Semoga penghargaan ini menjadi semangat bagi kami di Komisi II untuk terus mendorong kebijakan yang lebih manusiawi bagi para lansia,” pungkasnya. (oni)
