Ada Larangan Nobar El Clasico Persija vs Persib, Pentolan Bobotoh Kecewa

PAWAI TROFI: Bobotoh bersama Djadjang Nurdjaman (duduk di mobil) saat pawai trofi juara Indonesia Super League
PAWAI TROFI: Bobotoh bersama Djadjang Nurdjaman (duduk di mobil) saat pawai trofi juara Indonesia Super League (ISL) musim 2014 lalu. Pawai keliling Cirebon dan sekitarnya berlangsung damai dan aman. --FOTO: DOKUMEN/RADAR CIREBON--
0 Komentar

Sebagai langkah antisipasi, jajaran Polres Cirebon Kota telah memberikan imbauan kepada sejumlah kafe dan tempat yang biasa digunakan sebagai lokasi nobar agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Beberapa tempat yang sering dijadikan tempat nobar ini sudah kita imbau supaya tidak memfasilitasi terkait ini. Silahkan nonton di rumah masing-masing,” ujarnya.

Polisi juga mengkhawatirkan kegiatan nobar dapat memicu arak-arakan maupun konvoi suporter yang berpotensi berkembang menjadi bentrokan di jalanan.

Baca Juga:Thirty Six Band, Band Pelajar Cirebon yang Tembus Kompetisi NasionalMenteri ATR/BPN RI Nusron Wahid Serahkan Sertifikat Wakaf Gedung PCNU Indramayu

“Kita tidak menghendaki nanti setelah nobar ada iring-iringan, konvoi, terjadi bentrok antara dua kubu. Mari kita jaga kondusivitas Cirebon ini bersama-sama,” ucapnya.

Di sisi lain, Pentolan Bobotoh Kolot Cirebon, Yan Kurniawan Mulyana sangat menyayangkan tidak adanya izin nobar Persija vs Persib.

Padahal, Cirebon masuk dalam wilayah Jawa Barat, yang notabene adalah bagian panjang dan sejarah dari Persib Bandung.

Dirinya prihatin dengan pernyataan dari pihak Polres Ciko. Tapi dari sisi lain, dirinya menghormati apapun keputusan dari kapolres, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Perlu digarisbawahi, Bobotoh bukan perusuh. Hal itu terbukti saat Persija bermain di Bandung. Pemain Persija menggunakan bus ke stadion, dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman tanpa adanya pelemparan maupun kericuhan. Bobotoh kini semakin dewasa dan mampu menghargai tim tamu,” kata mantan ketua PSSI Kabupaten Cirebon tersebut.

Terlepas dari itu, pihaknya tetap menghargai keputusan Polres Cirebon Kota. “Mudah-mudahan kebijakan ini menjadi yang terakhir, karena sejatinya pengamanan dan pemeliharaan kamtibmas memang menjadi tugas kepolisian dan masyarakat,” ucapnya lagi.

Sebelum-sebelumnya, Bobotoh juga kerap menggelar berbagai kegiatan seperti pawai trofi yang diikuti ribuan massa dan tetap berlangsung tertib serta kondusif.

Baca Juga:PTGMI Jabar Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Workshop Kegawatdaruratan Kesehatan Gigi Angkatan 2Warga Perumahan Pondok Mutiara Desa Tegalsari, Plered, Gelar Halalbihalal

Harapannya, ke depan Bobotoh dapat kembali diberikan ruang dan tempat untuk mengekspresikan dukungan kepada Persib secara positif dan damai.

Yan Kurniawan Mulyana juga flashback ke belakang, yakni saat final Piala Presiden tahun 2015. Ada 12 bus berangkat dari Cirebon menuju Jakarta mendapatkan pengawalan dari kepolisian selaku penjaga kamtibmas.

“Karena Bobotoh damai sepanjang jalan saat itu, tidak ada provokasi, dan bahkan berjalan tertib. Selama perjalaan, pulang-pergi tetap aman. Padahal saat itu main di SUGBK Jakarta, markas Persija Jakarta. Dan Persib juga juara, menang di final saat itu,” terangnya. (rdh/mid)

0 Komentar