RADARCIREBON.ID – Menjelang masa kelulusan siswa SMA dan SMK, permohonan pembuatan kartu pencari kerja atau AK1 di Kota Cirebon mulai menunjukkan peningkatan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri, Yusuf Kurniawan, yang menyebutkan bahwa hingga Maret 2026, jumlah pencetakan AK1 telah mencapai sekitar 345 pemohon.
Jumlah tersebut dinilai mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga:Samsung Galaxy Z Fold7, Smartphone Lipat Premium dengan Performa Ultra dan Desain Lebih TipisKetua DPRD Dukung Revitalisasi Jalur Sepeda Siliwangi
Bahkan, beberapa siswa yang sudah mengantongi surat kelulusan lebih awal telah lebih dulu mengurus pembuatan AK1, baik di Dinas Tenaga Kerja maupun di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Menurut Yusuf, peningkatan ini diperkirakan akan terus bertambah seiring memasuki bulan Mei, yang menjadi periode kelulusan bagi sebagian besar sekolah.
Terlebih, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa lonjakan signifikan biasanya terjadi pada akhir Mei hingga Juni dan Juli, di mana antrean pembuatan AK1 mulai membludak.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Dinas Tenaga Kerja telah menyiapkan dua titik layanan di Mal Pelayanan Publik.
Para lulusan yang telah mendapatkan ijazah atau surat keterangan lulus dapat langsung mengurus AK1 di lokasi tersebut.
Selain itu, Disnaker juga membuka peluang layanan langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada periode Januari hingga Maret 2026 telah terjadi peningkatan sekitar 5 hingga 10 persen dalam pembuatan AK1.
Baca Juga:Pak Lurah Sukapura pun Turun Tangan Mencukur Rambut tanpa JijikRevitalisasi Kawasan Sukalila Ditarget Rampung Tahun Ini
Meski data untuk bulan Mei belum direkap secara keseluruhan, diperkirakan tetap akan mengalami kenaikan.
Di sisi lain, masyarakat sebenarnya juga dapat memanfaatkan layanan pembuatan AK1 secara online melalui platform resmi pemerintah.
Dengan sistem ini, para pencari kerja dapat melakukan pendaftaran dari rumah, sehingga saat datang ke kantor Disnaker, proses yang dilakukan hanya tinggal pencetakan kartu yang memakan waktu sekitar 2 hingga 5 menit.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja, Fatwa Alfatiyah, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan, salah satunya melalui strategi jemput bola.
Disnaker bahkan menawarkan kerja sama kepada sekolah-sekolah untuk menghadirkan layanan pembuatan AK1 langsung di lingkungan sekolah.
“Kami selalu berdiskusi untuk meningkatkan pelayanan jemput bola, termasuk menawarkan ke sekolah-sekolah agar kami bisa datang langsung sehingga siswa tidak perlu lagi datang ke disnaker,” ujarnya.
