Panas! Persija vs Persib di Samarinda, Polisi di Cirebon Larang Aktivitas Nobar dan Konvoi

Persija vs Persib
Ilustrasi Persija vs Persib
0 Komentar

Eko juga membantah isu mengenai adanya kelompok tertentu yang disebut mendapat izin khusus untuk mengadakan nobar. Ia memastikan seluruh suporter diperlakukan sama tanpa pengecualian. “Oh, tidak, tidak! Semuanya tidak kita izinkan. Ini kita terapkan asas keadilan juga,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah memberikan imbauan kepada sejumlah kafe dan tempat yang biasa digunakan sebagai lokasi nobar agar tidak memfasilitasi kegiatan tersebut. “Beberapa tempat yang sering dijadikan tempat nobar ini sudah kita imbau supaya tidak memfasilitasi terkait ini (nobar). Silakan nonton di rumah masing-masing,” ujarnya.

Polisi juga mengkhawatirkan kegiatan nobar dapat memicu arak-arakan maupun konvoi suporter yang berpotensi berkembang menjadi bentrokan di jalanan. “Kita tidak menghendaki nanti setelah nobar ada iring-iringan, konvoi, terjadi bentrok antara dua kubu. Mari kita jaga kondusivitas Cirebon ini bersama-sama,” ucapnya.

Baca Juga:Mahasiswa IKMI Cirebon Melaju ke Final NBPC 8 di LombokSapi Kurban Prabowo Hadir di Kabupaten Cirebon, Pakannya Istimewa, Dirawat sejak Masih Remaja

Senada dikatakan Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama. Ia menegaskan tak memberikan izin kegiatan nobar di wilayah hukumnya. “Polresta Cirebon melarang nobar,” tegas Imara saat dikonfirmasi Radar Cirebon melalui pesan singkat, Jumat (8/5/2026).

Tak hanya melarang kegiatan nobar, Kombes Pol Imara menyebutkan bahwa pihaknya juga sudah memetakan sejumlah titik yang berpotensi dijadikan jalur konvoi suporter usai pertandingan berlangsung. “Personel di wilayah hukum Polresta Cirebon dipastikan akan disiagakan penuh di berbagai titik strategis untuk mengantisipasi gangguan keamanan (antisipasi adanya konvoi, red). Kita standby semua siaga di titik-titik jalur,” sebutnya.

Imara Utama juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar nobar di ruang publik maupun kafe. “Kami imbau suporter menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing guna meminimalisir potensi kerumunan yang berisiko memicu konflik. Semua ini demi kenyamanan, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Pentolan Bobotoh Kolot Cirebon, Yan Kurniawan Mulyana kecewa tidak adanya izin nobar Persija vs Persib. Namun demikian, ia menghormati apapun keputusan dari kepolisian demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.

“Perlu digarisbawahi, Bobotoh bukan perusuh. Hal itu terbukti saat Persija bermain di Bandung. Pemain Persija menggunakan bus ke stadion dan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman tanpa adanya pelemparan maupun kericuhan. Bobotoh kini semakin dewasa dan mampu menghargai tim tamu,” kata mantan ketua PSSI Kabupaten Cirebon tersebut.

0 Komentar