RADARCIREBON.ID – Pemerintah Kabupaten Cirebon kembali menerima sapi kurban bantuan Presiden Prabowo di momentum Hari Raya Idul Adha 2026. Sapi jenis simental dengan bobot mencapai 1,062 ton itu sedang dilakukan pemeriksaan oleh tim dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon.
Sapi jumbo itu milik Abdul Aziz, peternak asal Blok Al Muqoyim, Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun. Hewan kurban yang dipelihara di kandang bernama Doa Ibu itu kini berusia sekitar 4,5 tahun.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon Dr Deny Nurcahya ST MSi melalui Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Denny Nugraha menjelaskan, sapi jenis simental dibeli dari Solo saat masih berusia sekitar 1,5 tahun.
Baca Juga:Kementerian Agama (Kemenag) Membuka Jalur Strategis, Santri Bisa Kuliah S1-S2 Lebih SingkatWawali Cirebon Merasa Dipinggirkan, Tak Dilibatkan Dalam Perekrutan Dewas dan Direksi BUMD
Setelah itu, sapi dipelihara dan menjalani proses penggemukan secara intensif hingga mencapai bobot lebih dari satu ton. “Dirawat sejak masih remaja. Pakannya juga istimewa supaya pertumbuhannya maksimal,” ujar Denny didampingi Pengawas Bibit Ternak Ahli Muda Herman Syaiful Bahri SPT, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, pembayaran sapi bantuan presiden itu baru akan dilakukan setelah seluruh hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat. “Mudah-mudahan sehat dan memenuhi syarat,” terangnya.
Ia menyampaikan, distribusi sapi ke Masjid Agung Sumber dijadwalkan H-1 sebelum pelaksanaan Salat Id. Koordinasi dengan panitia masih terus dilakukan agar proses penurunan sapi berlangsung aman dan tidak mengganggu kesehatan hewan.
“Karena ukurannya besar, kami harus ekstra hati-hati saat pengiriman dan penurunan. Jangan sampai ada kejadian yang membuat sapi cedera sebelum dikurbankan. Jangan sampai karena salah menurunkan sapi gagal jadi kurban,” tuturnya.
Terkait pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban secara menyeluruh, kata Denny, sebetulnya sudah berjalan. Bahkan masih berlangsung. Melibatkan tim bidang peternakan dan kesehatan hewan dan menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan setiap hewan kurban memenuhi standar kesehatan.
“Kami juga memberikan edukasi kepada petugas terkait pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah pemotongan,” katanya.
Denny juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan sosialisasi pemeriksaan hewan kurban secara menyeluruh, antemortem dan postmortem. “Ada juga sosialisasi kepada para petugas agar memahami bahwa sapi yang akan dijadikan kurban benar-benar dalam kondisi sehat ketika dipotong,” imbuhnya.
