Terlepas dari itu, pihaknya tetap menghargai keputusan kepolisian. “Mudah-mudahan kebijakan ini menjadi yang terakhir, karena sejatinya pengamanan dan pemeliharaan kamtibmas memang menjadi tugas kepolisian dan masyarakat,” ucapnya lagi.
Sebelum-sebelumnya, Bobotoh juga kerap menggelar berbagai kegiatan seperti pawai trofi yang diikuti ribuan massa dan tetap berlangsung tertib serta kondusif. Harapannya, ke depan Bobotoh dapat kembali diberikan ruang dan tempat untuk mengekspresikan dukungan kepada Persib secara positif dan damai.
Yan Kurniawan Mulyana juga flashback ke belakang, yakni saat final Piala Presiden tahun 2015. Ada 12 bus berangkat dari Cirebon menuju Jakarta mendapatkan pengawalan dari kepolisian selaku penjaga kamtibmas.
Baca Juga:Mahasiswa IKMI Cirebon Melaju ke Final NBPC 8 di LombokSapi Kurban Prabowo Hadir di Kabupaten Cirebon, Pakannya Istimewa, Dirawat sejak Masih Remaja
“Karena Bobotoh damai sepanjang jalan saat itu, tidak ada provokasi, bahkan berjalan tertib. Selama perjalanan, pulang-pergi tetap aman. Padahal saat itu main di SUGBK Jakarta, markas Persija Jakarta. Dan Persib juga juara, menang di final saat itu,” terangnya. (rdh/mid)
