6. Perhatikan komunikasi dengan orang tua
Harus ada sarana komunikasi, seperti grup WhatsApp, serta laporan rutin mengenai kondisi anak, baik melalui foto maupun video, agar orang tua bisa memantau.
7. Waspadai tanda-tanda red flag
Orang tua harus berhati-hati jika tidak diperbolehkan melihat aktivitas anak, tidak diizinkan masuk ke area daycare, atau jika pengasuh terlihat emosional.
Kondisi seperti ini sebaiknya dihindari.
8. Perhatikan kejelasan aturan
Daycare harus memiliki aturan yang jelas, seperti jam operasional dan prosedur pengasuhan.
Aturan yang tidak jelas bisa menjadi tanda kurangnya profesionalitas.
Baca Juga:Efisiensi Anggaran, Disdik Cirebon Helat O2SN Serentak untuk Semua JenjangRibuan Pelajar Meriahkan Ajang Talenta Kota Cirebon 2026 di GOR Bima
Selain itu, Suwarso juga menyebut bahwa daycare sebenarnya bisa menjadi solusi bagi orang tua yang sibuk.
Bahkan, akan lebih baik jika perusahaan atau perkantoran menyediakan daycare mandiri bagi karyawannya, sehingga orang tua dapat bekerja dengan lebih tenang karena anak berada di tempat yang aman.
Ke depannya DP3APPKB berharap adanya kolaborasi dengan berbagai pihak serta mendorong daycare di Kota Cirebon untuk memenuhi standar dari kementerian, seperti program Tamasya dan Tara.
Dengan demikian, kualitas daycare dapat terus meningkat sekaligus meminimalkan risiko, termasuk kekerasan terhadap anak.
*Artikel ini ditulis oleh Desti Viandari Rossa, mahasiswa magang UGJ Cirebon
