Mahasiswa STMIK IKMI Cirebon Jalani Sertifikasi Bahasa Inggris dari Belgia

sertifikasi bahasa Inggris
TES BAHASA: Sekitar seratus mahasiswa STMIK IKMI Cirebon mengikuti final test sertifikasi bahasa Inggris di Aula STMIK IKMI Cirebon, Selasa (12/5/2026). FOTO: ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON
0 Komentar

Bagi STMIK IKMI Cirebon, kemampuan bahasa Inggris bukan lagi sekadar pelengkap.

Ketua STMIK IKMI Cirebon, Assoc Prof Dr Dadang Sudrajat SSi MKom, mengatakan dunia teknologi informasi sangat bergantung pada literatur global dan komunikasi lintas negara. Karena itu, lulusan kampus teknologi harus mampu memahami bahasa internasional.

“Penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan bahasa Inggris,” katanya.

Baca Juga:Secangkir Kopi dari Lereng Ciremai Hadir di World of Coffee Bangkok 2026Developer Bandel Belum Serahkan PSU, DPRD Cirebon Dorong Revisi Perda

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan persaingan global, kemampuan teknis saja dianggap belum cukup. Dunia industri kini membutuhkan talenta yang mampu berkomunikasi, berkolaborasi, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan internasional.

Karena itu, sertifikasi yang diterbitkan langsung dari Belgia tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja ataupun melanjutkan studi ke luar negeri.

Tak hanya berhenti pada sertifikasi, kerja sama dengan Altissia juga membuka peluang lebih luas. Kampus-kampus mitra di Indonesia berkesempatan terhubung dengan jaringan universitas luar negeri melalui program global exchange.

Di sudut aula, beberapa mahasiswa tampak sesekali menarik napas panjang sebelum kembali fokus pada layar masing-masing. Waktu terus berjalan. Soal demi soal terus muncul mengikuti kemampuan mereka.

Tidak ada contekan. Tidak ada soal seragam. Yang ada hanya kemampuan pribadi yang diuji secara jujur oleh sistem.

Dari sebuah aula di Kota Cirebon, langkah kecil menuju standar global itu sedang dimulai.

Dan bagi para mahasiswa tersebut, sertifikat dari Belgia itu mungkin akan menjadi lebih dari sekadar dokumen akademik. Ia bisa menjadi paspor menuju dunia yang lebih luas. (*/opl)

Laman:

1 2
0 Komentar