RADARCIREBON.ID -Penjualan hewan kurban di Kabupaten Cirebon mulai mengalami peningkatan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Sejumlah lapak penjualan kambing, domba, dan sapi mulai ramai didatangi pembeli sejak sebulan sebelum hari raya kurban.
Salah satunya di lapak milik H Asep Sandy di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Terjebak di Jalan Buntu, Lima Pemuda Bersajam DiamankanBareskrim Polri Tangkap 321 Tersangka dari Berbagai Negara dan Amankan Puluhan Situs
Penjual hewan kurban tersebut mengaku, permintaan masyarakat terus meningkat, terutama untuk domba Garut dan sapi jenis Simental.
H Asep Sandy mengatakan, dirinya selama ini melayani penjualan hewan untuk kebutuhan akikah, hantaran, hingga kurban. Namun menjelang Iduladha, jumlah permintaan mengalami lonjakan signifikan.
“Biasanya mulai ramai sekitar satu bulan sebelum Idul Adha. Semakin dekat hari H, pembeli makin banyak,” ujarnya.
Untuk musim kurban tahun ini, Asep menyiapkan sekitar 300 ekor kambing dan domba yang didatangkan dari Garut dan Tasikmalaya.
Menurutnya, domba Garut masih menjadi favorit masyarakat karena ukuran tubuhnya besar dan kondisinya sehat.
Harga kambing dan domba yang dijual bervariasi, mulai Rp2,5 juta hingga Rp8 juta per ekor, tergantung ukuran dan kualitas hewan.
“Mayoritas pembeli memang mencari domba Garut untuk kebutuhan kurban,” katanya.
Baca Juga:FK UGJ Ajak Siswa SMA Rasakan Sehari Jadi Mahasiswa KedokteranPuluhan Sapi Milik Pemkab Cirebon Terancam Mati
Selain itu, lapaknya juga menyediakan 38 ekor sapi jenis Simental asal Blora, Jawa Tengah. Bobot sapi berkisar antara 250 kilogram hingga 700 kilogram per ekor dengan harga mulai Rp23 juta sampai Rp40 juta.
Menurut Asep, hingga pertengahan Mei 2026 sebagian besar sapi yang disiapkan telah terjual dan hanya tersisa sembilan ekor.
“Pembelinya banyak dari korporasi, lembaga, sampai perorangan untuk kebutuhan kurban bersama,” ungkapnya.
Di tengah meningkatnya permintaan, pihaknya tetap menjaga kondisi kesehatan ternak, terutama saat cuaca panas ekstrem di musim kemarau.
Perawatan dilakukan dengan memastikan kebutuhan air minum tercukupi serta rutin memandikan hewan ternak.
“Kami pastikan hewan yang dijual sehat dan memenuhi syarat untuk kurban,” pungkasnya. (awr)
