Puluhan Sapi Milik Pemkab Cirebon Terancam Mati 

Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon
RAPAT KERJA: Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon saat melakukan rapat kerja bersama Dinas Pertanian membahas ternak sapi yang kehabisan pakan, belum lama ini. FOTO : SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Stok ketersediaan pakan ternak sapi milik pemerintah Kabupaten Cirebon kian menipis.

Imbasnya puluhan sapi yang dikelola Dinas Pertanian di Balai Pengembangan Bibit Peternakan Desa Kubangdeleg, Kecamatan Karangwareng terancam mati.

Pemerintah Kabupaten Cirebon pun terpaksa melelang 41 sapi melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Nilainya Rp414 juta.

Baca Juga:Genjot Sertifikasi Halal UMKMPenanganan Rumah Ambruk Lamban dan Tidak Tuntas

Keterbatasan anggaran, imbas efensien anggaran itu berdampak pada kesehatan puluhan sapi yang dapat merugikan aset daerah.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, R Cakra Suseno mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele.

Menurutnya, total 41 ekor sapi yang ada, anggaran pakan yang tersedia saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar delapan ekor sapi.

“Aset ternak hidup berbeda dengan aset tidak bergerak atau benda mati lainnya. Kalau kebutuhan pakan tidak segera dipenuhi, tentu ada risiko terhadap kesehatan ternak hingga potensi kematian sapi. Ini bisa menimbulkan kerugian bagi daerah,” ujar Cakra kepada Radar Cirebon, kemarin.

DPRD pun meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar kebutuhan pakan tetap terpenuhi dan kondisi ternak dapat terjaga.

“Kami meminta adanya langkah dan solusi dari pemerintah daerah agar pemeliharaan ternak tetap berjalan optimal,” terangnya.

Ia menegaskan, jika anggaran pakan belum dapat terpenuhi, pemerintah daerah perlu menyiapkan opsi penanganan, salah satunya melalui lelang ternak sapi yang sebelumnya telah dilakukan namun belum mendapat penawaran dari masyarakat.

Baca Juga:Ajak Anak Membuat dan Menghias Cupcake, TK Baitul Makmur Cirebon Menggelar Kegiatan outing ClassPeduli untuk Donor Darah, BEM IPB Cirebon Gelar Red Heroes Day

“‎Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai dapat mengambil langkah lain sesuai ketentuan yang berlaku, seperti kerja sama dengan pihak ketiga maupun hibah aset ternak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Dr Deny Nurcahya ST MSi membenarkan, anggaran untuk kebutuhan pangan ternak sudah menipis.

Solusinya, 41 ekor sapi segera dilelang melalui KPKNL yang dibagi menjadi lima paket.

“Yang repot nanti kalau pas lelang sepi peminat. Mau diapakan sementara pakan ternak sudah habis. Anggaran pun tidak memadai. Nanti kita akan coba konsultasikan dengan BKAD,” katanya singkat.

0 Komentar