INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu terus memperkuat komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang terintegrasi dalam program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II. Langkah strategis tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pemaparan Hasil Analisis Situasi dan Advokasi Lintas Sektor yang digelar di Aula Bapperida Indramayu, belum lama ini.
Program INEY Fase II menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak. Melalui program tersebut, Pemkab Indramayu ingin memastikan penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa hingga dunia usaha.
Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Indramayu, Titing Mulyani mengatakan, penanganan stunting di Kabupaten Indramayu menunjukan tren yang positif secara umum. Meski demikian, menurutnya berbagai intervensi yang telah dilakukan tetap membutuhkan pengawalan dan penguatan agar hasilnya bisa lebih optimal.
Baca Juga:Polytama Perkuat Kolaborasi dengan Media, Tegaskan Komitmen KeberlanjutanTargetkan Profesionalisme Saksi, BSN Partai Golkar Gelar Safari dari DPD ke DPD
Ia menjelaskan, keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Percepatan penurunan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan kolaborasi yang kuat dari seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, hingga dunia usaha agar intervensi yang kita berikan tepat sasaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga P3APPKB Indramayu, Hj Warcitem menyoroti pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi keluarga yang memiliki risiko tinggi stunting. Menurutnya, perhatian serius harus diberikan sejak fase calon pengantin hingga masa kehamilan karena periode tersebut sangat menentukan kondisi kesehatan ibu dan anak di masa mendatang.
“Pada fase calon pengantin dan fase kehamilan menjadi fase yang harus benar-benar menjadi perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Warcitem menambahkan, melalui sinergi yang kuat antarinstansi dan dukungan seluruh pihak, Pemerintah Kabupaten Indramayu optimistis mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas. Program INEY Fase II diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan hingga ke pelosok desa.
