Pelaksanaan SPMB 2026 Tingkat SMA, Kuota Kelas Sepuluh SMAN 4 Cirebon Kembali Normal

Pelaksanaan SPMB 2026 Tingkat SMA
ADA PERUBAHAN: Wakasek Kesiswaan SMAN 4 Cirebon, Patmah SPd mengatakan jumlah pendaftar SPMB telah mencapai ratusan bahkan ribuan pendaftar, Kamis (4/6/2026). Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Daya tampung SMAN 4 Cirebon pada penerimaan siswa baru tahun ajaran ini dipastikan kembali ke batas normal. Otoritas sekolah menegaskan tidak ada lagi pelonggaran kapasitas kelas seperti tahun-tahun sebelumnya. Langkah ini diambil seiring berakhirnya program kedaruratan pendidikan di tingkat provinsi.

Sistem aplikasi pendaftaran kini mengunci kuota ruang kelas secara ketat. Kebijakan pengembalian daya tampung ini membedakan SMAN 4 Cirebon dengan sejumlah satuan pendidikan lain di wilayah perbatasan administratif yang masih mengemban fungsi khusus. Kondisi ini membuat kompetensi masuk melalui jalur pilihan pertama menjadi lebih ketat.

Pengisian bangku kelas sepuluh kini patuh pada standar pelayanan minimal pendidikan. Formasi jumlah siswa di dalam kelas dikembalikan pada regulasi baku reguler. Kebijakan ini diterapkan setelah program penanggulangan kedaruratan anak putus (PAPS) sekolah resmi dihentikan.

Baca Juga:Nilai Tukar Mata Uang Asing Menguat, Minat Warga Kota Cirebon Kerja ke Luar Negeri Ikut MeningkatSPMB dan Kuota Penyangga Diaktifkan, Daya Tampung Sekolah Favorit Tetap Kedodoran

Sebelumnya, kapasitas ruang kelas sempat dipaksa menampung jumlah siswa yang lebih besar demi memfasilitasi program afirmasi khusus dari pemerintah daerah. Namun pada tahun ini, pembagian logistik ruang kelas sepenuhnya dibersihkan dari intervensi kuota tambahan tersebut.

Kalkulasi pagu dihitung secara presisi berdasarkan ketersediaan sarana prasarana dan jumlah ruangan kelas yang ada. Penentuan angka daya tampung tersebut mengikat seluruh jalur seleksi, mulai dari jalur zonasi, afirmasi, prestasi, hingga perpindahan tugas orang tua.

Wakasek Kesiswaan SMAN 4 Cirebon, Patmah SPd memaparkan bahwa sekolahnya tidak memiliki celah hukum untuk menambah kelonggaran kursi per rombongan belajar (rombel). Hal ini dikarenakan status sekolah yang berada di luar klaster wilayah penyangga intervensi geografis.

“Kembali normal lagi (pasca program PAPS atau Pencegahan Anak Putus Sekolah), karena kami bukan sekolah penyangga. Kalau sekolah penyangga, satu kelas bisa sampai 42 siswa,” ujar Patmah di SMAN 4 Cirebon, Kamis (4/6/2026).

Secara teknis, SMAN 4 Cirebon membuka 12 rombongan belajar untuk menyerap lulusan sekolah menengah pertama tahun ini. Kapasitas maksimum per rombel dipatok konsisten di angka 36 siswa. Dengan demikian, total daya tampung bersih yang tersedia berada di angka 432 kursi.

Meskipun kapasitas dikembalikan ke batas normal, animo pendaftar terpantau sangat tinggi. Angka pendaftar pilihan pertama pada peladen daring tercatat sudah melampaui batas maksimum total daya tampung bersih sekolah tersebut.

0 Komentar