RADARCIREBON.ID – Puluhan jemaah umrah asal Kabupaten Kuningan gagal berangkat dan terlantar semalaman di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sejumlah jemaah bahkan terpaksa menginap di musala bandara sambil menunggu kepastian keberangkatan setelah rencana penerbangan melalui salah satu agen perjalanan tidak terlaksana sesuai jadwal.
Persoalan ini mencuat setelah sejumlah akun media sosial yang diduga milik jemaah mengungkap keluhan terkait ketidakjelasan penyelesaian dari pihak penyelenggara, Sabtu (1/8/2026). Rangkaian perubahan jadwal keberangkatan, pergantian informasi penerbangan, hingga persoalan dokumen perjalanan diduga menjadi penyebab jemaah tidak dapat mengikuti penerbangan sesuai rencana.
Kejadian ini mengundang empati dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum (PERMAHI) DPC Kuningan, Ketua Umum PERMAHI DPC Kuningan Firgy Ferdansyah menjelaskan, dari data yang dihimpun, rencana keberangkatan jemaah sebelumnya dijadwalkan pada 28 Juli 2026. Namun, sekitar satu pekan sebelum keberangkatan, pihak penyelenggara menyampaikan perubahan jadwal menjadi 1 Agustus 2026 dengan rencana penerbangan pukul 21.40 WIB.
Baca Juga:Perkuat Penanggulangan PP-ATM, Pemkab Indramayu Jalin Kolaborasi Lintas Gali Potensi Desa Paningkiran, Mahasiswa Unma Bedah Strategi UMKM Kecap Legendaris
Perubahan kembali terjadi pada jadwal keberangkatan rombongan dari Kabupaten Kuningan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Informasi awal keberangkatan pada 31 Juli pukul 22.00 WIB berubah menjadi pukul 10.00 WIB pada hari yang sama.
“Saat perjalanan menuju bandara, jemaah kembali menerima informasi adanya perubahan maskapai dari Lion Air menjadi Saudi Airlines. Pergantian tersebut disampaikan ketika rombongan sudah dalam perjalanan, sehingga sejumlah jemaah mempertanyakan kesiapan administrasi dan kepastian keberangkatan,” ungkap Firgy.
Setibanya di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 17.50 WIB, jemaah menunggu arahan untuk menjalani proses keberangkatan. Namun hingga mendekati jadwal penerbangan, mereka belum mendapatkan kepastian terkait proses check-in maupun kelengkapan administrasi perjalanan.
Sekitar pukul 21.00 WIB, panitia baru membagikan lanyard dan kartu identitas jemaah. Pada saat itu, penerbangan telah memasuki tahap akhir pemanggilan penumpang. Belakangan diketahui visa umrah baru terbit sekitar pukul 22.00 WIB, setelah jadwal keberangkatan pesawat.
Kondisi tersebut membuat seluruh jemaah gagal mengikuti penerbangan dan harus bertahan di area bandara hingga larut malam untuk meminta kepastian penyelesaian. Sebagian jemaah memilih beristirahat di musala bandara karena belum mendapatkan kepastian terkait keberangkatan lanjutan.
Sekitar pukul 00.00 WIB, terdapat pihak travel lain yang menawarkan bantuan dengan menginformasikan masih tersedianya penerbangan pada pukul 07.00 WIB keesokan harinya. Namun kesempatan tersebut tidak dapat dimanfaatkan setelah muncul persoalan terkait biaya tambahan tiket keberangkatan.
