INDRAMAYU – Sebagai wujud implementasi salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan, Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Tani Desa Kongsijaya, Kecamatan Widasari, menanam sebanyak 500 bibit cabai rawit. Berlokasi di Blok Balai Desa Lama RT 09/RW 03, KWT Sekar Tani melakukan aksi penanaman bibit cabai rawit di lahan seluas 50 bata atau sekitar 700 meter persegi.
Ketua KWT Sekar Tani, Riwati menyatakan, penanaman bibit cabai rawit tersebut merupakan bagian dari program pihaknya, yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu. Dalam proses penanamannya, kelompok tani mendapat bantuan dan pendampingan dari penyuluh pertanian.
“Pada proses penanaman sampai pemeliharaan tanaman cabai, juga secara langsung dipantau dan mendapat pendampingan oleh penyuluh pertanian yang ada di Kecamatan Widasari,” ujarnya, Senin (1/6).
Baca Juga:Relawan Literasi Indramayu Siap Dukung Program Relima 2026 Menuju Generasi Emas 2045Perkuat Tata Kelola Data Digital di Kecamatan
Riwati menjelaskan, penanaman bibit cabai rawit yang dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT), merupakan salah satu upaya untuk menekan inflasi daerah, terutama pada komoditas kebutuhan masyarakat seperti cabai rawit. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk implementasi program ketahanan pangan.
“Ini juga sebagai wujud kelompok kami yang tetap konsisten bergelut di bidang pertanian. Selain itu, kami ingin menyosialisasikan kepada masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, agar bisa memanfaatkan halaman rumahnya dengan tanaman yang bernilai, baik untuk dikonsumsi maupun memiliki nilai ekonomis,” terangnya.
Senada disampaikan Sekretaris KWT Sekar Tani, Hj Jubedah. Menurutnya, melalui program ketahanan pangan berupa penanaman cabai rawit yang dijalankan anggota KWT di lahan seluas 50 bata atau sekitar 700 meter persegi tersebut, para anggota dapat belajar bagaimana merawat tanaman cabai rawit hingga masa panen.
Dipilihnya program tanam cabai rawit juga disesuaikan dengan program Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DKPP Kabupaten Indramayu. Pasalnya, cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang harganya kerap mengalami kenaikan drastis dan juga merupakan bahan pelengkap bumbu masakan yang dibutuhkan masyarakat.
“Alhamdulillah semua berjalan lancar. Semoga dengan tanam cabai rawit ini kebutuhan pelengkap bumbu dapur bisa terpenuhi dan hasilnya juga bisa dijual. Karena cabai memang memiliki nilai ekonomis yang bagus. Kami juga mengajak ibu rumah tangga untuk memanfaatkan lahan di rumahnya, meskipun kecil, dengan tanaman yang bernilai baik dari sisi kandungan gizi maupun ekonomi,” ujar dia didampingi Bendahara KWT Sekar Tani, Hj Dewi Muninggar. (oni)
