Sementara itu, Pengantar Kerja Ahli Muda Disnaker Kota Cirebon, Muhammad Yani menyebut tingginya minat warga menjadi PMI dipengaruhi kondisi ekonomi dan terbatasnya lapangan kerja di daerah. Mayoritas pemohon rekomendasi kerja ke luar negeri, kata dia, berasal dari kalangan perempuan, khususnya ibu rumah tangga. “Rata-rata yang perempuan ataupun pendidikannya rendah, susah untuk cari kerja di Kota Cirebon,” ujarnya.
Faktor ekonomi keluarga seperti rendahnya penghasilan suami, kebutuhan hidup, hingga keinginan memiliki rumah juga menjadi pendorong utama warga memilih bekerja di luar negeri. Dengan tawaran gaji yang dianggap lebih besar, sektor informal luar negeri menjadi pilihan yang dinilai paling realistis.
Namun demikian, Yani mengungkapkan pihaknya belum menerima laporan langsung terkait pengaruh fluktuasi kurs dolar terhadap antusiasme PMI. Kata dia, sebagian besar PMI di sektor domestik lebih fokus pada pekerjaan dan penghasilan dibanding perkembangan nilai tukar. (abd)
