Pengumuman Penerimaan Sekolah Maung, PCMB Tingkat SMA Menuai Kritik

Pengumuman Penerimaan Sekolah Maung
Komite seleksi pendaftaran siswa baru tingkat SMA memasuki fase krusial pada awal pekan ini. Peladen pusat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dijadwalkan merilis hasil kelulusan jalur Sekolah Maung secara serentak, Senin 8 Juni 2026. Ilustrasi: Eep
0 Komentar

Ali menambahkan, hasil yang diumumkan pada Senin (8/6/2026) hari ini, merupakan hasil akhir setelah seluruh tahapan verifikasi selesai dilaksanakan. Adapun peserta yang dinyatakan diterima wajib melakukan daftar ulang pada 9 hingga 10 Juni 2026. Sementara peserta yang belum lolos tidak perlu khawatir kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di sekolah negeri.

“Bagi yang belum diterima di Sekolah Maung masih ada kesempatan mengikuti tahapan berikutnya melalui PCMB maupun SPMB reguler Jawa Barat sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” katanya.

Sementara itu, pengumuman jalur Sekolah Maung diprediksi akan menyisakan angka eliminasi. Keterbatasan daya tampung membuat sebagian pendaftar dipastikan tergeser dari papan peringkat utama. Namun, sistem tidak langsung menghanguskan hak akses pendaftar yang gugur di fase awal ini untuk masuk ke tahapan berikutnya.

Baca Juga:Hadapi El Nino, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono Tegaskan Stok Beras AmanPerwosi Gelar Senam Berhadiah, Diisi GPM hingga Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Para pelamar yang tidak lolos seleksi Sekolah Maung diberikan kesempatan bergeser ke sistem Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Peladen pusat akan membuka jendela waktu khusus selama 14 jam pasca-pengumuman resmi dirilis. Dalam tenggat waktu yang sempit tersebut, pendaftar harus login kembali secara mandiri untuk menginput data pemetaan.

Langkah pendaftaran ulang ini wajib dilakukan secara manual oleh siswa dan tidak berjalan otomatis secara sistem. Jika jendela waktu 14 jam setelah penutupan pengumuman tersebut terlewat, berkas pendaftaran fase awal dianggap hangus. Alhasil, calon siswa kehilangan kesempatan mengikuti pengumuman hasil pemetaan yang dijadwalkan pada Jumat, 12 Juni 2026 nanti.

PCMB JADI SOROTAN

Pemberlakuan skema pendaftaran ini memicu gelombang kritik dari kalangan masyarakat, terutama orang tua wali murid. Banyak pihak menilai penggunaan istilah Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) kurang tepat dan cenderung mengecoh. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa tahapan ini bukan sekadar pemetaan data pasif, mirisnya merupakan proses seleksi riil yang ketat.

Keluhan mencuat lantaran seluruh komponen pendaftaran langsung tumpah di fase awal ini. Sistem PCMB nyatanya bertindak sebagai wadah besar yang mengintegrasikan seluruh jalur masuk, mulai dari zonasi domisili, afirmasi, prestasi, hingga mutasi secara serentak. Pola penggabungan gelombang ini dinilai memicu tingkat kompetensi yang terlalu dini dan membebani psikologis calon siswa.

0 Komentar