RADARCIREBON.ID- Pihak SMPN 7 Kota Cirebon membantah isu dugaan pungutan liar (pungli) dan pembengkakan biaya sekolah yang beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Klarifikasi disampaikan secara transparan oleh sekolah pada rapat sosialisasi bersama 271 orang tua murid kelas VII, Komite Sekolah, dan Dewan Guru di Meetingroom SMPN 7 Kota Cirebon, Senin (20/7/2026).
Kepala SMPN 7 Kota Cirebon Dra Euis Sulastri MPd menegaskan bahwa narasi liar yang beredar mengenai biaya sekolah di atas Rp3 juta sama sekali tidak sesuai fakta di lapangan. Total biaya riil untuk kebutuhan siswa baru adalah Rp2.400.000, yang terbagi atas seragam Rp1.600.000 dan program kegiatan Rp800.000.
“Informasi yang beredar di media sosial itu tidak benar. Biaya riilnya Rp2,4 juta dan kami tidak pernah mewajibkan orang tua membeli seragam di sekolah. Silakan jika ingin menggunakan seragam bekas milik saudara atau kakak kelasnya,” jelas Euis di hadapan ratusan wali murid.
Baca Juga:Pungutan Sekolah Negeri Terus Berulang, Alasan Sekolah: Tak Wajib BayarJuara 3 Piala Dunia Gelar Basa-basi Inggris
Euis memaparkan, pembiayaan seragam Rp1.600.000 tercantum dalam lembar Koperasi Pakaian SMPN 7 Kota Cirebon yang mencakup 14 item, termasuk 5 setel pakaian (olahraga, Jumat/Muslim, batik khas, baju kotak-kotak, dan baju adat Cirebon) seharga Rp270.000 hingga Rp275.000 per setel, lengkap dengan atribut seperti topi, sabuk, dasi, kaos kaki, bet, dan kerudung/kopiah.
Menyoal item seragam yang dianggap relatif lebih mahal dibanding harga pasaran, sekolah menjelaskan bahwa angka tersebut difungsikan murni sebagai bentuk gotong royong antarwali murid. “Misalnya ada selisih Rp20 ribu dari konveksi itu murni untuk subsidi silang. Koperasi sekolah harus menutupi potensi tunggakan dari siswa kurang mampu yang mencicil pembayarannya bahkan sampai lulus sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk Rencana Program Kegiatan Murid Baru sebesar Rp800.000 memuat 8 item kegiatan. Yakni, Kartu Pelajar dan Perpustakaan (Rp15.000), Buku Konseling (Rp30.000), Asuransi Perlindungan Jiwa 3 tahun (Rp50.000), Pemotretan Dokumen (Rp70.000), Map Rapor (Rp70.000), Asesmen Psikologi (Rp130.000), BTQ/Tahfidz (Rp135.000), dan Program Karakter Lingkungan Hidup Adiwiyata 5 kegiatan (Rp300.000). Khusus siswa nonmuslim, biaya BTQ otomatis dipotong dari tagihan.
