RADARCIREBON.ID – Ekosistem mangrove di Pesisir Kabupaten Cirebon tidak hanya berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa.
Potensi tersebut didorong oleh tim dosen Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (UT) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang bertajuk “Pemanfaatan Muatan Lokal Konservasi Mangrove sebagai Sumber Belajar Kontekstual Guru Sekolah Dasar di Cirebon”.
Kegiatan yang diikuti guru-guru SD Negeri se-Kabupaten Cirebon itu, digelar di Hotel Sutan Raja, Jalan Tuparev, Kabupaten Cirebon.
Baca Juga:Lawan Apatisme Pemilih Pemula lewat Program SDCNAndalkan Pompanisasi Hadapi Kemarau Ekstrem
Ketua Tim PKM, Dr Ardi Dwi Susandi MPd mengatakan, potensi lingkungan lokal perlu dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran agar materi yang disampaikan guru lebih dekat dengan kehidupan peserta didik.
Menurutnya, ekosistem mangrove yang berada di Wilayah Pesisir Cirebon memiliki nilai edukatif yang besar.
Keberadaannya dapat dikaitkan dengan berbagai materi pembelajaran, mulai dari lingkungan hidup, ekosistem, keanekaragaman hayati, hingga isu konservasi.
“Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang kontekstual bagi siswa. Mangrove bukan hanya objek yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk mengenalkan berbagai konsep kepada peserta didik,” kata dosen Magister Pendidikan Matematika Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka tersebut.
Ia menambahkan, pengenalan isu konservasi sejak jenjang sekolah dasar penting dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, para guru dibekali pemahaman mengenai ekosistem mangrove sekaligus strategi mengintegrasikan muatan lokal konservasi mangrove ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Lebih lanjut, dijelaskan Ardi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Hibah BIMA skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Baca Juga:Dampingi Pelaku UMKM Urus Sertifikasi HalalFK UGJ Peringati Dies Natalis Ke-18, Perkuat Mutu Pendidikan dan Siap Go International
Ardi berharap, kegiatan tersebut dapat mendorong guru untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan potensi lokal dalam pembelajaran.
“Harapannya, guru dapat mengembangkan sumber belajar yang tidak hanya berasal dari buku teks, tetapi juga dari lingkungan sekitar. Dengan begitu, siswa dapat belajar secara lebih kontekstual sekaligus tumbuh kesadarannya untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.
