Nasib Kasiyati yang Tersisih dari Program Rutilahu, Berkali-kali Mengajukan tapi Tak Terealisasi

Nasib Kasiyati yang Tersisih dari Program Rutilahu
TAK LAYAK HUNI: Kasiyati saat berada di rumahnya di Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, kemarin. Foto: Samsul Huda/Radar Cirebon 
0 Komentar

RADARCIREBON.ID – Kondisi rumah Kasiyati (36) warga Blok Karanganyar Wetan, Kelurahan Kemantren, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, sangat memprihatikan. Tempat tinggal yang ia tempati bersama suami dan anak itu mirip gubuk. Tidak layak huni.

Selama 15 tahun terakhir, keluarga ini bertahan hidup di rumah berdinding geribik bambu dengan lantai tanah. Saat hujan besar tiba, lantai di dalam rumah berubah menjadi becek.

Dari luar, bangunan tersebut tampak rapuh. Beberapa bagian tampak miring dan hanya ditopang batang bambu seadanya. Di rumah itulah Kasiyati tinggal bersama suaminya, Suhadi (40), dan putra sulung mereka yang kini duduk di kelas VII SMP Negeri 3 Sumber.

Baca Juga:Tradisi Buka Sirap Masjid Keramat Buyut Trusmi Dipadati Warga, 5.000 Porsi Nasi DibagikanRDP Pemkab Cirebon Bahas Persoalan Terkait Tenaga Honorer Hingga Belanja Pegawai Berpotensi Direlaksasi

Meski jauh dari kata layak, rumah itu tetap menjadi tempat mereka berteduh dan menjalani kehidupan sehari-hari. Saat memasuki bagian dalam rumah, kondisi yang terlihat tak kalah memprihatinkan. “Kalau hujan, air masuk dari berbagai sisi. Lantainya jadi becek karena masih tanah,” ujar Kasiyati saat ditemui di kediamannya didampingi mertuanya, Talmi, Selasa (9/6/2026).

Sebagai ibu rumah tangga, Kasiyati hanya bisa berharap kondisi rumahnya suatu saat dapat diperbaiki. Selama ini, kebutuhan keluarga bergantung pada penghasilan suaminya yang bekerja serabutan sebagai kuli bangunan atau serabutan.

Kasiyati dan suaminya sendiri sudah berupaya mencari bantuan pemerintah melalui program rutilahu. Tapi, setiap kali mengajukan bantuan rutilahu, tidak pernah terealisasi. Jangankan bantuan rumah, bantuan lainnya juga tidak pernah ia dapatkan.

Bahkan untuk jaminan kesehatan, hanya ia dan sang anak yang terdaftar sebagai penerima bantuan iuran (PBI) BPJS. Sementara suaminya belum mendapatkan fasilitas serupa. “Setiap kali ada informasi pendataan bantuan, saya selalu berusaha mengikuti prosedur yang diminta. Namun hasilnya tetap sama. Gak pernah realisasi,” ucapnya kepada Radar Cirebon.

Tokoh masyarakat setempat, Karsiwan (58), menilai rumah yang ditempati Kasiyati sudah sangat layak masuk prioritas program rutilahu. Menurutnya, keluarga tersebut selama ini tinggal di atas tanah milik sendiri sehingga tidak ada kendala terkait status kepemilikan lahan.

“Rumah mereka memang sudah lama kondisinya seperti itu. Cukup memprihatinkan. Kami juga sudah beberapa kali menyampaikan (menghubungkan dengan pemerintah, red), tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” tuturnya.

0 Komentar