Verifikasi Dilakukan Secara Terbuka, Ortu Bisa Pantau Langsung Pendaftaran di SMAN 3 Cirebon

Verifikasi Dilakukan Secara Terbuka
BERJALAN LANCAR: Ketua SPMB sekaligus Wakasek Bidang Kesiswaan SMAN 3 Cirebon Asep Suhendar mengatakan secara umum proses verifikasi berjalan lancar. Foto: Ade Gustiana/Radar Cirebon
0 Komentar

Asep menjelaskan, tata letak monitor sengaja dirancang agar seluruh proses verifikasi dapat disaksikan langsung oleh pendaftar maupun wali murid. Dengan cara itu, sekolah ingin memastikan tidak ada keputusan yang dilakukan secara sepihak.

Saat operator membuka data pendaftar, tampilan yang muncul di layar operator juga muncul pada monitor yang menghadap calon murid dan orang tua. Mulai dari biodata, persyaratan umum, persyaratan khusus, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM), hingga proses verifikasi koordinat domisili dapat dipantau secara langsung. “Jadi apa yang saya lihat di monitor operator, itu juga bisa dilihat oleh calon murid dan orang tuanya,” kata Asep.

Transparansi tersebut terutama diterapkan pada jalur domisili yang menjadikan jarak rumah ke sekolah sebagai salah satu dasar seleksi. Menurut Asep, dalam proses verifikasi titik koordinat, operator tidak menentukan lokasi secara sepihak. Titik koordinat yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan alamat sebenarnya dan disaksikan langsung oleh pendaftar maupun orang tua.

Baca Juga:BK Undang Nasdem soal HSG, Abdul Wahid: Pada Akhirnya Nanti Ada KeputusanTimnas Indonesia U-19 vs Australia U-19, Bukan Lawan Sembarangan

Ketika ditemukan ketidaksesuaian data, sistem tidak langsung mengubah titik koordinat. Data akan dikembalikan terlebih dahulu kepada calon murid untuk diperbaiki sebelum diverifikasi ulang. Misalnya, apabila alamat yang tercantum berada di kawasan Pegajahan Selatan atau Jalan Badak, maka titik koordinat harus tepat berada pada lokasi tersebut. Ketelitian menjadi penting karena selisih beberapa meter saja dapat memengaruhi posisi pemeringkatan dalam jalur domisili.

Untuk memperkuat proses tersebut, sekolah juga melengkapi verifikasi dengan berita acara yang ditandatangani bersama. Orang tua dan calon murid mengetahui titik koordinat yang digunakan, kemudian menyatakan persetujuan melalui dokumen yang disiapkan sekolah.

Dengan mekanisme itu, kata Asep, setiap data yang telah diverifikasi akan memiliki jejak administrasi yang jelas. “Kalau nanti ada yang mempertanyakan jaraknya, kami bisa menunjukkan bahwa saat verifikasi titik itu sudah diperlihatkan dan disepakati bersama,” ujar Asep.

Ia menambahkan, persoalan jarak selama ini menjadi salah satu sumber pertanyaan yang paling sering muncul dalam proses penerimaan murid baru. Karena itu, sekolah memilih membuka seluruh tahapan verifikasi agar tidak ada informasi yang tertutup. Selain meminimalkan potensi sengketa, sistem tersebut juga memberi kesempatan kepada orang tua untuk memahami langsung cara kerja aplikasi SPMB yang digunakan.

0 Komentar