Resmi Dikukuhkan, DPK Aspanji Cirebon Dorong Pengadaan Barjas Lebih Profesional

SAMSUL HUDA/RADAR CIREBON
BERPOSE: Bupati Cirebon Drs H Imron MAg dan Wabup H Agus Kurniawan Budiman foto bersama pengurus DPK Aspanji Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 usai dilantik, Jumat (12/6/2026).
0 Komentar

RADARCIREBON.COM – Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Pengadaan Barang dan Jasa Indonesia (Aspanji) Kabupaten Cirebon periode 2025-2030 resmi dikukuhkan.

Momentum tersebut menjadi langkah awal bagi organisasi memperkuat peran pelaku usaha pengadaan barang dan jasa dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi di Kabupaten Cirebon.

Dewan Penasehat Aspanji Kabupaten Cirebon, Eko Ahmadi SE menyatakan, kehadiran Aspanji diharapkan mampu menjadi wadah yang menyatukan seluruh pemangku kepentingan, pelaku usaha, serta berbagai sumber daya yang ada guna menggerakkan roda perekonomian daerah.

Baca Juga:Kuningan Bidik Prestasi di Porsenitas, Turunkan Kontingen pada 14 CaborDisdikbud Kuningan Evaluasi Layanan Pendidikan Melalui Forum Konsultasi Publik

Menurutnya, proses terbentuknya Aspanji Kabupaten Cirebon tidaklah singkat. Berbagai tahapan telah dilalui hingga akhirnya kepengurusan dapat dikukuhkan secara resmi.

Ia berharap, pengukuhan tersebut menjadi awal yang membawa semangat baru bagi para pengusaha, terutama di tengah kondisi ekonomi baik nasional maupun internasional tengah mengalami kontraksi yang biar biasa.

“Aspanji harus mampu menjadi bagian dari solusi untuk membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujar Eko, saat memberikan sambutannya.

Eko mengaku, pihaknya ingin organisasi ini selalu mengedepankan profesionalisme dan mampu menjalin kerja sama yang serius dalam memenuhi kebutuhan pengadaan barang dan jasa (barjas) secara profesional serta bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua DPK Aspanji Kabupaten Cirebon Dr Surnita Sandi Wiranata MM menyampaikan, amanah yang diemban bukanlah tugas ringan, terlebih dunia pengadaan barang dan jasa saat ini terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi digital.

“Tantangan pelaku usaha pengadaan saat ini tidak lagi sebatas memenangkan tender. Lebih dari itu, diperlukan komitmen kuat untuk menjaga integritas, transparansi, serta mendukung terciptanya ekosistem pengadaan yang bersih, akuntabel, dan bebas dari praktik maladministrasi,” katanya.

Saat ini, kata Sandi, dunia pengadaan telah bertransformasi secara digital. “Karena itu, penguasaan teknologi, termasuk sistem e-katalog terbaru dan berbagai platform digital lainnya, menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Baca Juga:Seren Taun di Kuningan, Menjaga Warisan Leluhur dan Merawat Kearifan Lokal di Tengah Arus ZamanOperasi Patuh Lodaya Ditunda, Polantas Kuningan Tetap Gencar Edukasi Simpatik

Ditegaskannya, komitmen Aspanji untuk menjadi jembatan pemberdayaan bagi pengusaha lokal Kabupaten Cirebon agar mampu bersaing dengan pelaku usaha dari tingkat nasional maupun global.

Dalam masa kepengurusannya, ia mengusung visi kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kompetensi, penguatan usaha lokal, serta respons terhadap perkembangan digital.

0 Komentar