RADARCIREBON.ID – Kasus kebakaran lahan di Kabupaten Kuningan kembali menunjukkan tren peningkatan seiring musim kemarau. Kali ini, kebakaran melanda kebun milik warga di Desa Tarik Kolot, Kecamatan Pancalang.
Adapun lahan kebun yang terbakar yakni dengan luas mencapai sekitar 2.100 meter persegi. Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran setelah kepolisian melaporkan adanya kobaran api di area kebun yang terlihat dari jalan desa.
Menurut Andri, berdasarkan keterangan pelapor bahwa sekitar pukul 12.10 WIB, ada warga yang melintas melihat kebun terbakar. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi dan dipastikan benar terjadi kebakaran, pelapor kemudian menghubungi Damkar Kuningan untuk meminta bantuan pemadaman.
Baca Juga:BPBD Kuningan Salurkan Bantuan Sembako untuk Nenek Lansia Korban Kebakaran Touring Jurnalis Bersama DPRD Kuningan, Menyusuri Waduk Darma Merajut Sinergi
“Menerima laporan tersebut, kami langsung menerjunkan lima personel ke lokasi untuk melakukan penanganan agar api tidak semakin meluas,” ujarnya.
Petugas Damkar kemudian melakukan proses pemadaman, sekaligus pendinginan yang berlangsung sekitar 40 menit. Upaya tersebut turut dibantu personel Polsek Pancalang bersama empat anggotanya, Babinsa Koramil Mandirancan, serta aparat Desa Tarik Kolot.
Dari hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di area kebun singkong yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Akibatnya, api dengan cepat merambat ke lahan kering di sekitarnya hingga menghanguskan sekitar 2.100 meter persegi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun kejadian ini kembali menjadi pengingat, bahwa potensi kebakaran lahan meningkat pada musim kemarau sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh masyarakat.
“Kami imbau warga agar tidak meninggalkan api saat membakar sampah atau membersihkan lahan. Kelalaian sekecil apa pun dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi vegetasi mengering akibat cuaca panas,” ujarnya.
“Jika terpaksa melakukan pembakaran sampah di lahan atau kebun, jangan pernah ditinggalkan sebelum api benar-benar padam. Lebih baik hindari membakar sampah secara terbuka karena risikonya sangat besar,” pungkasnya. (ags)
