DPRD Tegur Nana, Ada Mekanisme Internal, Kembali Sampaikan Permintaan Maaf, Termasuk pada Gerindra

DPRD Tegur Nana
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencanawati. Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

Setelah polemik tersebut menjadi perbincangan publik, ia langsung berupaya mencari alamat Bunda Denok dengan tujuan menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus ikhtiar untuk memperbaiki hubungan yang sempat terganggu akibat komentarnya di media sosial.

“Dengan permintaan maaf secara terbuka ini, saya berharap persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi di ruang digital,” tandasnya.

Seperti diketahui, akun Instagram dengan nama @nanakencanawati kedapatan memberikan komentar saat seorang wanita bernama Mak Denok ikut bareng mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di DPRD Kota Cirebon, Senin (15/6/2026). Dalam orasinya, Mak Denok menyoal program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Baca Juga:Inggris vs Kroasia, Saatnya Ulangi Kejayaan 1966Gelombang Pertama Lancar, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci

“Untuk saat ini banyak anak-anak yang tidak bisa meneruskan pendidikan. Kami tidak butuh MBG. Prabowo, saya tidak butuh MBG,” tegas Mak Denok.

Menurutnya, emak-emak yang merasakan dampak langsung dari kebijakan pemerintah yang tidak jelas. “Kami emak-emak masih mampu untuk ngasih makan yang lebih baik dari pada MBG. MBG adalah racun bagi anak bangsa,” tegasnya.

Aksi demo itu mendapat banyak respons, termasuk saat diunggah di sosial media. Pro dan kontra bermunculan. Di antara komentar yang muncul, ada akun @nanakencanawati. Akun lengkap dengan foto wajah wakil rakyat itu menulis komentarnya: “Lagian siapa yang mau ngasih lo makan ???? Udah GEMBROT!!!”

Komentar itu seketika menyebar luas di berbagai platform media sosial. Netizen menilai komentar itu tidak pantas disampaikan oleh seorang pejabat publik yang memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika komunikasi di ruang publik. Selain merendahkan fisik seseorang, komentar tersebut dianggap tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat yang seharusnya menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Sementara itu, di tengah hujan kritik, muncul klarifikasi dari putra Nana, M Rizki Ramanda. Ia menegaskan bahwa kegaduhan di media sosial terkait komentar akun Instagram Nana bukanlah sikap resmi sang ibu, melainkan keteledoran admin. “Kami perlu klarifikasi dan meminta maaf atas kegaduhan dan keteledoran dari admin medsos Ibu Nana,” kata Ramanda, melalui rilisnya.

0 Komentar