DPRD Tegur Nana, Ada Mekanisme Internal, Kembali Sampaikan Permintaan Maaf, Termasuk pada Gerindra

DPRD Tegur Nana
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencanawati. Samsul Huda/Radar Cirebon
0 Komentar

RADARCIREBON.ID- Nama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Nana Kencanawati masih menjadi topik pembahasan publik. Hingga kemarin, komentar Nana yang bernada body shaming terus menyebar di berbagai platform media sosial. Di satu sisi, DPRD juga telah bersikap atas kegaduhan ini.

Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Dr Sophi Zulfia SH MH mengatakan pihaknya menyayangkan munculnya persoalan yang membuat heboh publik. Tapi, pihaknya menegaskan bahwa komentar yang disampaikan Nana merupakan pendapat pribadi dan bukan atas nama lembaga DPRD. “Kami tentunya sudah memberikan teguran dan persoalan ini akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme internal DPRD,” kata Sophi.

Sophi juga mengingatkan seluruh anggota DPRD agar lebih bijaksana dalam menggunakan media sosial, mengingat setiap pernyataan yang disampaikan di ruang digital dapat dengan mudah menjadi perhatian publik. “Kami mengimbau seluruh anggota DPRD Kabupaten Cirebon untuk lebih berhati-hati dan bijak dalam bermedia sosial agar kejadian serupa tidak terulang,” terang Sophi.

KEMBALI SAMPAIKAN PERMINTAAN MAAF

Baca Juga:Inggris vs Kroasia, Saatnya Ulangi Kejayaan 1966Gelombang Pertama Lancar, Pemulangan Jamaah Haji Indonesia dari Tanah Suci

Sementara itu, Nana Kencanawati kembali menyampaikan permintaan maaf terkait komentarnya yang menuai sorotan. Permintaan maaf pun dilakukan secara terbuka di Sekretariat DPC Partai Gerindra, Rabu (17/6/2026). Nana mengatakan permohonan maaf ini merupakan sikap pribadi dan tidak mewakili lembaga DPRD maupun Gerindra.

“Saya atas nama pribadi, tidak mengatasnamakan partai maupun lembaga DPRD, memohon maaf khususnya kepada Bunda Denok yang mungkin sudah merasa sakit hati dan tersinggung atas komentar saya di media Instagram. Mudah-mudahan permohonan maaf ini bisa diterima,” ujar Nana.

Selain kepada Bunda Denok, Nana juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi tempatnya bernaung. Ia mengaku menyesal karena komentarnya menjadi viral telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi DPRD Kabupaten Cirebon maupun pada Partai Gerindra.

“Saya juga mohon maaf kepada lembaga DPRD dan Partai Gerindra. Mungkin dengan komentar saya yang kemudian viral membuat institusi saya tidak nyaman dan partai saya merasa terganggu. Sekali lagi saya mohon maaf dan menjadikan ini sebagai pelajaran yang sangat berharga,” katanya.

Politisi Gerindra tersebut juga mengakui peristiwa yang terjadi menjadi bahan introspeksi baginya. Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, khususnya di ruang publik dan media sosial. “Saya akan mengambil hikmah dari apa yang terjadi saat ini. Mudah-mudahan ke depan hal seperti ini tidak terulang lagi,” tuturnya.

0 Komentar